Palopo_SULSEL.MERAKnusantara.com- Sesepuh pencinta motor antik (motor tua jaman tempo doloe) Honda dan Vespa oleh Muhammad Hasril dalam cerita realitas kehidupan dan doanya yang dikabulkan Allah SWT.
Dalam kunjungan silaturahminya di hari Idhul Fitri 1 Sawal 1446 H pada Senin, 31 Maret 2025, di Sekber Biro Merak Nusantara Com dan LSM ASPIRASI Palopo, Hasril menceritakan sebuah realita fakta kehidupan yang dialaminya tentang Doa permintaan Kenikmatan Hidup dan Dijauhkan dari Kesusahan selama bagi keluarga yang ditinggalkan dan dirinya dalam perjalanan membawa misi kunjungan 100 Mesjid dari Kota Palopo hingga ke Keraton Buton Sultra.
Cerita akan fakta ini diungkapkannya, pasca mendengarkan cerita tentang hal yang luar biasa akan kekuasaan Allah SWT yang dialami oleh Kepala Biro Wartawan Media Online Line Merak Nusantara Com Sulsel di Palopo.
Berdasarkan atas hal itu, dimana hal - hal yang luar biasa yang dialami Kepala Biro Wartawan Merak Nusantara yang sekaligus sebagai Pengurus LSM ASPIRASI ( Ketua UMUM ), menceritakan tentang situasi dan kondisi ekonomi yang sangat sulit dan akhirnya, atas petunjuk doa melalui Sholat Subuh, sejumlah teman dan sahabat dari berbagai predikat yang berbeda-beda, satu sama lainnya, atas pertolongan Allah SWT, tiba-tiba meminta nomor rekening untuk membagikan reskinya sebagai berkah Ramadhan 1446 H.
Sang Dermawan yang dirahasiakan identitasnya dari Masamba, Bantaeng, Bali, dll Palopo khususnya, tiba-tiba saja mengirimkan pesan via WhatsApp minta nomor rekening, tepat pada waktu yang dibutuhkan untuk persiapan kebutuhan Idhul Fitri 1446 H.
Alhamdulillah 1000x adalah ucapan syukur kepada Allah SWT dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para sang Dermawan, membuktikan bahwa " Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT menghendaki untuk memberikan Rahmat dan PertolonganNya" kepada setiap hambaNya yang ia kehendaki.
Diamini Muhammad Hasril, bahwa dirinya pun telah merasakan hal sama seperti. Kepada Wartawan Media Nasional Online Merak Nusantara Com, ia menceritakan pengalamannya, bahwa dirinya pernah mengalami dua hal akan Rahmat pertolongan Allah SWT.
Lanjut Hasril menceritakan, bahwa pertama, dirinya pernah mengalami situasi dan kondisi sangat sulit dan membuatnya depresi. Pasalnya, salah seorang anaknya yang sudah lewat waktu untuk harus membayar salah satu pembayaran uang kuliah anaknya, pada suatu malam, ia ( Muhammad Hasril -red ), yang sehari-harinya menjual Kopi di Pelataran Kantor Golkar Palopo, mengharapkan jualannya bisa laris dan dapat memperoleh pembelian dari jualan kopinya sebesar jumlah uang pembayaran kuliah anaknya sejumlah Rp 250 ribu.
Pada malam itu, realitasnya sangat jauh berbeda dengan apa yang diharapkannya. Jam pun sudah menunjukkan pukul 02.00 wita, tak satupun orang pembeli datang.
Menurut Hasril, pikirannya semakin kacau, dan bila memang tak dapat uang malam ini, terpaksa saya harus menghadap kepada Dosen untuk meminta kebijakan diberikan waktu lebih longgar untuk mencari sejumlah uang dimaksud.
Perasaan hati dan pikiran pun semakin kacau dan pasrah kepada Allah SWT agar diberikan Rahmat dan PertolonganNya, ucap Hasril.
Sang Dermawan Orang Bone Jadi Asbab Penolong
Dalam kondisi sudah pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT, tiba-tiba muncul salah seorang yang tidak dikenalnya. Hasril sempat ditanya, jual apa pak ? Iye, jual kopi pak, jawabnya sambil mempersilahkan duduk. Tamu pun memesan segelas Kopi Susu katanya, dan minta dimasakkan Mie.
Oooh iye pak, bapak dari mana mau kemana pak ? Tanya Hasril kembali. Sang Dermawan menjawab, saya dari Bone dan mau ke Masamba Luwu Utara, kebetulan ada urusan, jawabnya polos.
Waktu pun berlalu begitu cepat, dan saat sang Dermawan pun meminum kopinya. Tiba-tiba berkata, pak, saya ini orangnya warkop juga, tapi disana , disini dan di sejumlah tempat warkop yang pernah tempati minum kopi, belum ada samanya kopi racikan bapak, ungkapnya mengapresiasi.
Kemudian, setelah kurang lebih 1 jam lamanya, sang Dermawan pun minta kembali untuk dibuatkan dan dibungkus_kan satu gelas kopi. Setelah itu, pamit untuk berangkat pasca segelas kopinya sudah dibungkus, dan bertanya, berapa semua harganya pak ? Sembari mengambil dompetnya sambil sang Dermawan mencabut uangnya 3 lembar pecahan seratus dan diletakkan di atas meja.
Melihat jumlah uang pembayaran terlalu banyak, Hasril pun memberitahukan bahwa uang terlalu banyak pak. Bahkan satu lembar saja ini, masih banyak lebihnya. Tapi sang Dermawan itu, bukannya diambil uangnya karena lebih dan terlalu banyak pembayarannya, melainkan dijawab dengan nada iba; tidak, itu rejeki kita, silahkan diambil. Spontan pun Hasril dengan hati yang penuh haru, mengucapkan terimakasih banyak pak sambil menutup pesan, kalau balik dari Masamba silahkan singgah disini untuk saya buatkan kopi lagi.
Sebelum beranjak dari tempat duduknya, sang Dermawan pun kembali menanyakan nama kopinya. Hasril menjawab, ini nama racikannya "Kopi Toriolo" pak.
Subhanallah, ungkap Muhammad Hasril, bahwa pengalaman hidupnya ini, semakin menguatkan imannya bahwa ketika Allah SWT menghendaki atas sesuatu pertolongan bagi Hambanya, Insya Allah, pasti kita akan diberikan solusinya dengan ikhtiar dan doa serta bersabar. Dan buktinya seperti yang saya alami saat mau membayar kebutuhan kuliah anak kami, tandasnya mengilhami.
Dan diakui Muhammad Hasril bahwa ketika dirinya melakukan misi siar agama kunjungan 100 buah Mesjid dari Palopo hingga ke Mesjid Keraton Buton Sultra dengan mengendarai motor rakitan modifikasi merk Vespa, secara logika, ban yang sudah gundul tidak mungkin dapat tiba di Palopo tanpa penggantian ban di jalan.
Tapi faktanya, berkat doa memohon kenikmatan hidup dan dijauhkan dari kesusahan buat keluarga yang ditinggalkan di rumah, terutama bagi dirinya dalam perjalanan mengembang misi siar agama kunjungan Mesjid ditempati sholat di setiap waktunya tiba, benar-benar atas pertolongan Allah SWT, tak satu pun diganti dalam perjalanan dan nanti tiba di rumah di Palopo baru ban depan sebelah kanan keluar anginnya, berbunyi Puuusss.
.(01.KBW_M Nasrum Naba).
Posting Komentar