Waspadalah Pinjol ilegal Yang akan menjerat para korbannya

0
216

Tangerang, (12/04/2021)-meraknusantara.com,-  Fintech ilegal atau di kenal dengan pinjaman online yang marak di kalangan masyarakat dari tahun ketahun semakin meningkat dan menjerat para korbannya.

Di masa Pandemi ini yang serba sulit PHK dimana mana mengakibatkan kesulitnya mencari keuangan untuk kestabilan ekonomi sehingga banyak sekali masyarakat indonesia yang terjerat kasus pinjaman online ilegal dengan keterpaksaan untuk meminjam.
Para pinjol yang mengambil kesempatan di masa pandemi ini untuk mengambil pundi keuntungan di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat indonesia.

Di ketahui beberapa minggu lalu Wanita asal Panongan Kabupaten tangerang yang mengalami depresi berat karena di teror dan di intimidasi oleh oknum oknum deb.Colector dengan cara menagihnya yang saat tidak manusiawi yang mengakibatkan mental wanita asal Panonan tersebut mengalami depresi berat.

Pada hari ini wanita asal panongan tersebut berinisial YK melaporkan ke pihak kepolisian di dampingi kuasa hukumnya atas tindakan para oknum deb.Colektor tersebut.

YK datang di dampingi kuasa hukumnya dengan membawa data dan barang bukti serta meminta Perlindungan hukum kepada pihak kepolisian.

Saat di wawancarai awak media kuasa Hukum YK ABU BAKAR S.H.M.H mengatakan
“Kami melaporkan para oknum Deb.Colektor sekaligus membekukan aplikasinya agar tidak ada korban lainnya
Karena tindakan mereka dengan menyebar luaskan data pribadi yang sangat tidak manusiawi.
Sebagaimana di atur dalam pasal 19 ayat 2 UU No.39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia dan Pasal 310 ayat (2) KUHP tentang pencemaran nama baik serta pelanggaran pencurian data pribadi dengan sengaja menyebar luaskan dengan kata kata negatif
Hal ini tertuang pada pasal 28G ayat(1) UU 1945 dan UU adminduk tahun 2013 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan tertuang pada pasal 1 angka 2 UU 24/2013
Dan kami sudah berkoordinasi dengan OJK,KOMINFO serta melaporkan juga ke Kemetrian Hak asasi manusia dan mendapat respon baik.

Di lain tempat Pihak OJK mengatakan lewat Kontak center OJK 157 mengatakan ”
Baik Bapak, dapat kami informasikan atas pengaduan ini untuk pengawasan dan penindakkan nya akan tetap dilakukan oleh tim terkait satgas waspada investasi (SWI) untuk pembekuan fintech ilegal tersebut.
Jika sekiranya perilaku debt collector atau perusahaan yang mempekerjakannya tersebut telah melanggar asas ketertiban umum dan cenderung mengancam keselamatan, Konsumen dapat melaporkannya kepada pihak yang berwenang yakni Kepolisian
Ucapanya. (red)