Tolak Tambang Laut, Ratusan Nelayan Babel Demo PT Timah

0
53

Pangkalpinang, Meraknusantara.com – Ratusan massa nelayan dari beberapa kabupaten di Pulau Bangka, Propinsi Bangka Belitung, pada Senin (5/4/2021) mendatangi Kantor Pusat PT Timah tbk, di Kota Pangkalpinang, Mereka kemudian menggelar demo penolakan aktifitas penambangan timah laut, tepat didepan gerbang masuk Kantor PT Timah.

Kegiatan demo ini dijaga ketat puluhan aparat kepolisian, Sementara massa sudah mulai berdatangan sejak pagi, Dalam surat pemberitahuan, disebutkan demo itu mengatasnamakan Nelayan Tradisional Se – Pulau Bangka, dan diikuti oleh massa nelayan dari Desa Matras sampai Pesaren, Kabupaten Bangka, Kemudian Nelayan Teluk Kelabat dan Kelabat Dalam Kabupaten Bangka, Nelayan Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat, dan Nelayan Batu Perahu, Kabupaten Bangka Selatan Serta BEM se – Bangka belitung.

Koordinator demo, Suhardi alias Ngi Kiu kepada sejumlah wartawan, mengatakan pihak nelayan akan terus bertahan di depan Kantor PT Timah hingga tuntutan mereka dipenuhi, “Kami akan terus bertahan disini di Kantor PT Timah, hingga tuntutan kami dipenuhi, “katanya.

Dijelaskan Suhardi, tuntutan utama mereka yaitu pencabutan Surat Perintah Kerja (SPK) tambang timah laut dari PT Timah, terhadap sejumlah Kapal Isap Produksi (KIP) yang menambang dilaut pesisir, Sebab keberadaan KIP tersebut sangat merugikan nelayan, dimana terumbu karang hancur, yang berimbas terhadap nelayan. Sementara walaupun penambangan laut ada, PT Timah sudah dua tahun merugi, “Kami mau SPK dicabut, sebab terumbu karang kami banyak yang hancur. Walau ada penambangan laut, sudah dua tahun ini PT Timah merugi, “jelas Suhardi.

Lebih lanjut dikatakan, adanya penambangan oleh sejumlah KIP itu, menimbulkan gesekan antar masyarakat dilapangan, Sebab, pihak warga yang diminta persetujuannya adalah yang bukan nelayan, “Adanya penambangan ini, kami diadu domba, Sebab yang diminta tanda tangan persetujuannya adalah orang darat dan bukan nelayan, otomatis terjadi gesekan, “ujar Suhardi.

Dari pantauan awak media, massa nelayan masih terus berkumpul selepas tengah hari Walaupun terjadi hujan cukup lebat, tidak menyurutkan tekad nelayan, Mereka bahkan sampai mendirikan tenda dari terpal. (Edy)