Timur Indonesia Bersatu (TIB) dan SMSI Melaksanakan Buka Bersama Menguatkan Persaudaraan Lintas Iman

0
15

Jakarta, Meraknusantara.com,— Timur Indonesia Bersatu (TIB) dan SMSI mengadakan acara buka bersama yang dihadiri oleh aktivis sosial lintas iman.

Dalam tausyiahnya Habib Reza Al Hamid menyampaikan bahwa dengan spirit kepedulian dan cinta kasih atas kemanusiaan dan pluralisme di tengah masyarakat yang beragam kultur, agama, budaya dan etnis maka marilah kita saling bergandeng tangan menciptakan kebersamaan, toleransi, perdamaian yang dilandasi oleh cinta kasih penuh perikemanusiaan dan perikeadilan antar sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke tanpa memandang perbedaan yang ada.

Secara khusus, masyarakat yang aktif di platform media sosial seharusnya menjadi masyarakat yang cerdas dan sadar literasi untuk mencegah merebaknya ujaran kebencian, provokasi atas nama SARA yang akan berpotensi melahirkan perpecahan dan konflik antara sesama anak bangsa, ujar Habib Reza Al Hamid, Jakarta, Kamis, (22/04/2021).

Perlu diketahui bahwa tidak sedikit masyarakat yang tersulut emosinya, terprovokasi, mudah terbakar amarah bahkan kebencian terhadap golongan dan kelompok tertentu karena ditengarai oleh narasi yang berbaur ujaran kebencian, hoax dan sumber yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, tambah Habib Reza Al Hamid.

Sementara, Ketua Umum TIB Andreas Parapaga menyampaikan bahwa cinta kasih, toleransi dan saling menghormati adalah kekuatan bersama untuk mengeratkan tali persaudaraan sesama anak bangsa di tengah masyarakat yang plural dan beragam seperti bangsa kita Indonesia.

Saya sangat sepakat dan setuju atas apa yang disampaikan oleh Habib Reza Al Hamid bahwasanya ujaran kebencian, hoax, berita palsu, hinaan, dan hasutan di media sosial harus diwaspadai agar tidak merongrong persatuan dan silaturahmi sesama anak bangsa, ujar Andreas Parapaga.

Sekjen TIB Decky Matulessy mengungkapkan solidaritas kemanusiaan sangat penting dan dibutuhkan untuk kebaikan bersama. TIB juga turut berpartisipasi meringankan beban masyarakat NTT yang menjadi korban bencana walaupun nilainya tidak seberapa dengan menghimpun bantuan dari berbagai kalangan dan komunitas masyarakat.

Dalam acara buka bersama tersebut turut hadir aktivis sosial dan pelaku seni antara lain Mumu, Rika Rahayu, dr. Nishal Dilon, insan pers dan mahasiswa asal Papua.

(Nrd/rls)