Ya Atau Tidak AM Hanafi Sebagai Pahlawan Nasional

0
159
AM Hanafi dan Bachtiar Kamarsjah saat mengunjung tanah kelahiran di Bengkulu

Ngawi Jawa Timur, meraknusantara.com,- Pro Kontra atas usulan terhadap salah seorang pejuang kemerdekaan AM Hanafi ditanggapi serius oleh salah satu keponakan AM. Hanafi yang juga merupakan salah seorang saksi sejarah yang saat ini masih ada yaitu Drs.H. Bachtiar Kamarsjah. (12/03/2021)

Drs.H.Bachtiar Kamarjah mengatakan bahwa pihak keluarga besar AM Hanafi mengakui bahwa beliau adalah Pahlawan kemerdekaan dengan bukti-bukti catatan sejarah yang ada, soal Pemerintah mau mengakui atau tidak itu wewenang Pemerintah tapi bagi kami keluarga besar mengakui beliau adalah Pahlawan .

Dan menanggapi pro kontra tersebut Drs.H.Bachtiar Kamarsjah menuliskan tanggapanya kepada pihak keluarga agar bisa di jadikan acuan atau pertimbangan bagi Pemprov Bengkulu dan inilah tanggapan beliau.

Pemprov. Bengkulu mengusulkan A.M.Hanafi sebagai Pahlawan Nasional dari Bengkulu, tapi saya baca ada postingan di IKKRA bahwa masih pro dan kontra karena beliau itu orang dekat Bung Karno, karena Bung Karno adalah konseptor Nasakom.
Bagi saya beliau itu bukan sekedar orang dekat/sahabat tapi beliau adalah murid setianya Bung Karno bersama abangnya yg bernama Asmara Hadi (Asmara Hadi Penyair.red) yang sdh bergabung degan Bung Karno pada th 30 an di Bandung dan waktu Bung Karno dibuang ke Ende Asmara Hadi ikut sebagai orang buangan ke Ende Flores.
AM Hanafi bergabung Bung Karno di Bengkulu th 1937 yang menyebabkan dia dipecat dari jabatannya sebagai klerk di kantor Residen Bengkulu.
Dua kakak adik ini tidak pernah berhenti berjuang utk kemerdekaan bangsa Indonesia tanpa menghiraukan bahaya mengancam dirinya.
Kalau kita mau jujur pada sejarah, tidaklah bisa dipungkiri bahwa dua putra Bengkulu ini yang lahir di Lubuk Ngantungan ini, bahwa beliau berdua sangatlah berjasa dalam terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan.
Proklamasi 17 Agustus 45, tidak lepas dari upaya para pemuda pejuang revolusioner yang bermarkas di Menteng 31 terus membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok menuju Pegangsaan Timur 56 tempat Bung Karno membacakan Proklamasi.
Asmara Hadi dan AM Hanafi hadir pada saat Bung Karno membacakan teks proklamasi itu dan Asmara Hadi bertugas sebagai barisan Pelopor bersama bpk Sudiro yang kemudian menjadi Walikota Jakarta
Bagi saya negara mau mengakui atau tidak itu urusan pemerintah, tapi saya pribadi dan keluarga mengakui bahwa kedua beliau Asmara Hadi dan A.M.Hanafi sebagai Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia

Al-fatihah untuk beliau berdua…

Lebih jauh Drs, H.Bachtiar Kamarsjah juga menjelaskan beberapa jabatan penting di Republik ini juga pernah dijabat oleh AM Hanafi

AM Hanafi di makam Leluhur

“Masih banyak yang dilakukan oleh AM Hanafi untuk Bangsa dan Negara ini yang tidak disampaikan secara detail dalam tulisan ini (silakan baca buku Menteng 31.)
Banyak jabatan yang pernah disandangnya antara lain Menteri, Anggota Dewan Nasional, DPA, MPRS, Sekjen Kongres Rakyat untuk pembebasan Irian Barat, Dubes untuk Cuba dan lain-lain” kata Bachtiar.
Demikian pula degan Asmara Hadi beliau adalah murid Bung Karno yang setia, Penyair, Junalis, Politikus pernah jadi Menteri Negara, Wakil Ketua DPRGR, DPA, KOTRAR dan sebagai anggota Konstituante menanda tangani Kembali ke UUD 45 pd th 59.

Selain dari itu Drs,H.Bachtiar Kamarsjah juga mengharapkan kepada pihak Pemerintah agar bisa meluruskan kembali jejak sejarah yang selama ini telah diputar balikkan, hal ini dimaksudkan agar generasi penerus bangsa bisa mengerti dan memahami kebenaran sejarah yang ada. (Hr)