Serikat Pemersatu Seniman Indonesia(SPSI) Lahir Untuk Melindungi, Menyetarakan dan Mensejahterakan

0
145

Jakarta, meraknusantara.com,- SPSI Serikat Pemersatu Seniman Indonesia adalah sebuah Lembaga Non Pemerintah yang bergerak dalam Seni dan Budaya, Serikat Pemersatu Seniman Indonesia, lahir atas dasar gagasan dari Benny Ashar, pencipta lagu-lagu hits, serta merupakan salah seorang penerima 9 Golden records,dan 2 Platinum.

Gagasan Benny Ashar ini muncul dengan maksud untuk mempesatukan seluruh elemen seni di Indonesia, baik itu seni Musik, Tari, Lukis, Pahat, dan juga seni-seni lainya yang ada di Indonesia.

Keinginan Benny Ashar untuk mempersatukan insan seni ini bak ibarat Gayung bersambut setelah bertemu dengan seorang tokoh seni Teguh Wibowo (Tewe),yang juga merupakan seorang pencipta lagu, penata musik,dan sempat juga berkecimpung dalam industri musik sebagai pelaku bisnis, founder dan Produser SGP Records.

Setelah pertemuan dan pembicaraan yang intens selama 1 tahun lebih, gagasan dari Benny Ashar coba diterjemahkan oleh Teguh Wibowo, dan dari pembicaraan berdua inilah berkembang keinginan untuk juga bisa mensetarakan profesi seniman menjadi profesi yang diakui dan bisa menjadi kebanggaan, karena fakta yang ada saat ini profesi seniman belum mendapatkan porsinya, seperti halnya kolom pekerjaan di KTP  yang belum bisa diisi dengan pekerjaan sebagai seniman, sedangkan seniman merupakan sebuah profesi.

Tidak hanya berhenti disitu saja pembicaraan dan gagasan berkembang lagi dengan keinginan untuk mensejahterakan para pelaku seni, karena perkembangan tekhnologi dan digital era sekarang ini, sangat mungkin sekali seniman juga bisa menjadi pelaku bisnis diindustri, minimal untuk karya-karya  para pelaku seni itu sendiri.

Berawal dari hanya berdua, akhirnya Benny Ashar dan Teguh Wibowo bertemu dengan Stefanus Gunawan. SH.M. Hum, Pengacara sekaligus ketua PERADI Jakarta Barat,yang antusias dengan gagasan ini, dan akan memberikan perlindungan hak-hak para pelaku seni, terutama terkait pelanggaran-pelanggaran hak cipta.

Menyikapi gagasan tersebut beberapa tokoh nasional, teman-teman dari beberapa elemen seniman bergabung, dan akhirnya atas izin Tuhan, 6 Januari 2021, akta dari Kemenkumham turun, ” Serikat Pemersatu Seniman Indonesia” (SPSI) lahir.
Dengan slogan “Seniman Setia NKRI”
SPSI bertekad untuk menjadi salah satu pilar atau sebagai pandu Ibu Pertiwi.

Benny Ashar

Kebutuhan para pelaku seni hanya 3 hal,
1.Lahan untuk bisa menampilkan karya dan berdampak pada hak ekonomi
2.Lahan untuk berpromosi dan managemen yang bisa memanage untuk karya para pelaku seni bisa dilihat khalayak secara profesional.
3.Perlindungan hukum untuk hak moral dan hak ekonomi dari karya para pelaku seni.
SPSI lahir dan tentu perjuangan untuk Mempersatukan, Mensetarakan dan Mensejahterakan, harus didukung oleh semua elemen seniman yang ada di seluruh NKRI.

Benny Ashar saat ditemui dikediamanya diwilayah Jakarta Timur mengatakan pada awak media bahwa gagasanya ini muncul karena dirinya merasa perlu adanya sebuah wadah seniman yang memiliki legalitas yang jelas secara hukum, sehingga mendapat pengakuan oleh Negara.

Teguh Wibowo

“Kita merdeka sudah 75 tahun, dan baru kali ini kita bisa mendapatkan legalitas bagi seniman melalui sebuah Lembaga yaitu SPSI, SPSI berdiri dengan tujuan Melindungi, mensetarakan, serta mensejahterakan para seniman Indonesia” tegas Benny Ashar.

Hal senada juga dikatakan Teguh Wibowo yang mengatakan bahwasanya SPSI lahir untuk menaungi seluruh pelaku seni agar hak-haknya terlindungi dan bisa mendapatkan kesetaraan dan kesejahteraan. Selain hal itu Teguh Wibowo juga mengharap doa dari para seniman Indonesia agar apa yang di harapkan oleh SPSI bisa berjalan sesuai yang diharapkan. (Hr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here