Ratusan KPM Desa Kayu Bongkok Tak Bisa Cairkan Dana BPNT

0
21

Kab.Tangerang, Meraknusantara.com,- Sebanyak 278 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang tak bisa mencairkan dana BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang disalurkan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Pasalnya diketahui faktor penyebab tidak turunnya dana BPNT tersebut lantaran banyaknya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik KPM BPNT yang tidak valid.

Pada kesempatan itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sepatan mengatakan akan melakukan pemutakhiran database melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG), agar saldo BPNT milik para KPM bisa dapat kembali normal seperti semula.

Dalam paparannya TKSK Sepatan mengatakan, “Alhamdulillah, tadi sempat seru juga mengenai sesi tanya jawab dari masing-masing KPM BPNT Desa Kayu Bongkok karena terdapat beberapa faktor penyebab tidak turunnya saldo tersebut, dan sempat terjadi salah persepsi dari sudut pandangan mereka,” katanya dihadapan awak media. Kamis (4/3/2021) Pagi.

Konteksnya, ada dari beberapa KPM yang menyalahkan Ketua RT, Kepala Desa, Pedamping BPNT Desa, dan TKSK Sepatan.

“Tapi inilah sistem. Yaa, kita ikuti saja prosedurnya agar saldo KPM tersebut bisa kembali normal seperti semula,”

Sebanyak 278 KPM Desa Kayu Bongkok yang mendapatkan saldo 0 rupiah, dan untuk diseluruh Kecamatan Sepatan itu terdapat 1.327 KPM BPNT.

“Faktor penyebab terjadinya saldo 0 rupiah adalah invalidnya Nik KK dan Nik e-KTP milik KPM masing-masing,” ujarnya.

Hilman menambahkan, Ternyata masih banyak database milik mereka yang masih menggunakan KK lama dan ada juga e-KTP yang belum aktif.

“Solusinya adalah, kami akan melakukan pemutakhiran database milik mereka melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG),”

Namun terkadang, ada juga kesalahan sistem lain yang terjadi di bulan febuari 2021 ini, misalnya saat kami sedang melakukan penginputan database melalui aplikasi SIKS-NG.

“Belum sampai minggu ke-2, pihak Bank BRI sudah melakukan transaksi transfer saldo untuk pencairan di awal bulan ke rekening milik KPM BPNT masing-masing,”

Padahal Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) saja belum mendapatkan database para KPM BPNT yang kami ajukan.

“Saya berharap semoga kedepannya pihak Bank BRI bisa bersinergitas dengan TKSK Sepatan,” tutupnya.

(Nrd/dd)