Penangkapan 11 Ibu-ibu Di Aceh Tengah Diduga Salah Prosedur

0
1758

Gayo, Aceh Tengah, meraknusantara.com,- Keadilan Hukum yang selama ini diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia ternyata hingga kini hanyalah sebuah mimpi, Hal ini seperti apa yang terjadi di Gayo Aceh tengah. (04/03/21)

Peristiwa ini diawali dari sengketa lahan yang terjadi antara warga masyarakat khususnya Mujiati dan kawan-kawan dengan pihak PLN dari tahun 2012 hingga sekarang di Kabupaten Aceh Tengah, peristiwa yang diduga ada ketimpangan hukum ini terjadi tepatnya pada hari Rabu tanggal 10/02/2021 pihak Kepolisian Polres Aceh Tengah melimpahkan kasus sengketa tanah tersebut  kepada pihak Kejari Aceh Tengah yang menyebabkan 11 orang ibu-ibu dijebloskan kedalam tahanan di hari yang sama.

Sengketa ini berawal dari hak kepemilikan yang selama ini belum pernah diperjualbelikan oleh pihak pemilik yaitu Ilyes Kumer yang saat ini tanah tersebut telah diakui oleh pihak PLN Aceh Tengah, sedangkan pihak pemilik belum pernah memberikan pengalihan hak Kepada PLN.

Dijebloskanya 11 ibu-ibu / Mujiati dan kawan-kawan disebabkan karena para ibu-ibu ini melakukan pencoretan plang milik PLN yang di pasang di tanah milik Ilyes Kumer, dan tentunya membuat Mujiati dan kawan-kawan merasa hak miliknya telah dikuasai oleh PLN sehingga melakukan tindakan pencoretan plang PLN tersebut.

Menurut salah seorang nara sumber dari pihak keluarga mengatakan bahwasanya penahanan ini merupakan kesalahan prosedur karena para ibu-ibu ini hanyalah membela  hak atas tanahnya, selain itu sejak kasus sengketa ini berjalan Mujiati dan kawan-kawan selalu pro aktif mendatangi setiap ada panggilan dari pihak Kepolisian, namun pihak Kepolisian diduga hanya mendengar dari sebelah pihak saja yaitu pihak PLN.

Lebih jauh dikatakannya bahwa penahanan Mujiati dan kawan-kawan diduga tidak melalui prosedur hukum yang benar seperti halnya tidak menghormati azas praduga tak bersalah selain itu juga penahanan ini tidak diketahui oleh pihak keluarga dan Kepala Desa masing-masing.

Salah seorang warga (As) bahkan menanyakan tentang keadilan bagi warga Aceh khususnya Gayo, apakah warga Gayo tidaklah diakui sebagai warga negara Indonesia karena ketimpangan hukum sering terjadi di wilayah Gayo.

Dari pihak Keluarga Mujiati dan kawan-kawan meminta khususnya kepada pihak penegak hukum agar bisa memberikan penangguhan penahanan dari tahanan lapas ke tahanan Kota, hal ini disebabkan faktor kesehatan serta usia para ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi serta ada seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya telah meninggal bahkan Suami Mujiati (Ilyes Kumer) sedang menderita sakit strook berat dan tentunya ini perlu menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa tanah Ilyes Kumer dan juga tentunya dapat menjadi bahan pertimbangan Majelis Hakim dalam memutuskan perkara sengketa ini. (red)