Anggaran Miliaran Proyek DI Ciliman Dituding Seperti Proyek Siluman

0
47

LEBAK – Meraknusantara.com,- Dikabarkan warga sekitar pelaksanaan proyek yang berlokasi Di Daerah Irigasi (DI) Ciliman. Tepatnya di Kampung Cibuntu Desa Lebak Keusik Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sudah dilaksanakan sekitar satu bulan lebih. Namun, dalam pelaksanaanya mengundang pertanyaan dari beberapa pihak. pasalnya, Disekitar wilayah pekerjaan proyek tidak terlihat papan informasi. salah satunya Ketua LSM GNPK-RI menilai proyek tersebut seperti proyek Siluman.

Dikatakan Ketua GNPK-RI Banten, Eman Sudarmanto, proyek yang menyerap anggaran sangat besar namun tidak ada papan informasi, sangat tidak pantas karena papan proyek sebagai informasi kepada publik.” Katanya saat ditemui wartawan Pada Rabu 17/03/21

Menurutnya, Papan informasi itu sangat penting, hal ini untuk mengetahui ada kegiatan apa, sumber anggarannya dari mana dan lain sebagainya, apalagi kalau menggunakan anggaran negara, masyarakat berhak tahu, jangankan tingkat pusat atau Provinsi, anggaran Desa saja saat ini sudah terbuka, ko seperti proyek Siluman,”Katanya.

Dari informasi yang didapat oleh awak media, proyek tersebut masuk pada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian (BBWSC-3) Provinsi Banten. Proyek tersebut merupakan rehabilitasi jaringan DI Ciliman yang dikerjakan antara Kabupaten Lebak – Pandeglang.

Selain itu, informasi yang didapat pengerjaan kegiatan dilaksanakan oleh perusahaan BUMN PT Waskita, namun untuk anggaran yang diduga mencapai puluhan bahkan ratusan miliar tidak diketahui karena tidak ada papan informasi. Dalam pengerjaannya, keterangan dari beberapa orang yang ditemui, banyak bangunan atau pepohonan yang terkena imbas pengerjaan.

Wartawan sudah berupaya menghubungi salah satu Pihak kontraktor, dari nomor kontak yang tertera di lapangan, Bernama Benny sebagai Site Operasional Manager, berupaya minta tanggapannya mengenai keberadaan papan informasi Pelaksanaan proyek tersebut. Namun, sampai berita ini diterbitkan pihak pelaksana tersebut tidak merespon pesan singkat WhatsApp messenger yang dikirim wartawan.

Dari keterangan para pekerja di lapangan, saat wartawan melakukan investigasi, keberadaan papan informasi tersebut ada di titik wilayah Munjul Kabupaten Pandeglang.”Katanya.*

.* Apang Spd.*