Ada Kepentingan Terselubung dalam Stigmatisasi Mafia Tanah by Arthur Noija SH

0
36

Jakarta, meraknusantara.com,- Gerai Hukum Art & Rekan berpendapat bahwa,langkah-langkah Polri mengungkap berbagai disertasi penindakan terhadap penyandang dana maupun aktor intelektual dinilai sudah sangat baik. tindakan judisial Polri ini sepertinya dimanfaatkan pihak yang bersengketa menciptakan stigma adanya dalam kasus pertanahan yang mereka hadapi.

Stigma itu sangat subjektif.
Seolah legalitas pembebasan tanah dipersepsikan sebagai .Narasi yang dibangun seperti ingin memberikan contoh bahwa secara subjektif ingin distigmatisasi sebagai mafia tanah.

Semua asumsi menyesatkan itu berujung pada kepentingan terselubung (vested interest) dari orang yang menggoreng isu. Bukan pada objektifitas sengketa hukum itu sendiri.
semua digiring pada isu , padahal tidak selalu demikian.
Salah satu ciri kejahatan klasik ini adalah dilakukan secara terorganisir dan profesional serta berupaya menghindari mediasi dan proses hukum. Karena itu memiliki limitasi.

Pola dan stigma seolah adanya merupakan cara-cara menggiring opini sesat yang tidak sehat. Bahkan justru menyimpang dari pola dan tata hukum yang sah.

Sengketa hukum tidak selalu dimaknai stigmatisasi subjektif yang menyebutkan ada .
Bahkan Ini perlu dihindari sehingga tidak benar juga konotasi dan narasi semua pembebasan tanah seolah merupakan permainan mafia tanah.

Polri sebagai penegak hukum dan garda terdepan didalam pengungkapan kasus , sangat memahami opini sesat yang sebaiknya direduksi.
Polri perlu mencermati opini menyesatkan soal isu mafia tanah yang dilatarbelakangi vested interest yang sesat ini. Negara hukum harus menghargai hak-hak warga melalui tata dan pola prosesual justisial yang benar, bukan opini sesat yang penuh vested interest.(Arthur)