Nelayan Pesisir Teluk Kelabat Dalam Resah Akibat Aktifitas Tambang Ilegal Jenis TI Apung

0
74

BABEL Meraknusantara.com – Masyarakat dipesisir perairan teluk kelabat dalam yang mayoritas nelayan, merasa resah dengan adanya kegiatan Tambang inkonfensional ilegal jenis TI apung, yang beroperasi pada Zona perikanan & zona tangkap nelayan, Yang mana sudah dipergubkan, khususnya Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, (07/02/2021)

Menurut keterangan Dari Kadus 03 Dusun Sungai lalang, Desa Bakit, SUMADI (64) Tahun Dan Juga merupakan salah seorang anggota nelayan, mengatakan saya selaku Masyrakat nelayan sangat merasa dirugikan dengan adanya tambang Inkonfensional jenis TI Apung yang beroperasi di perairan teluk kelabat ini.

Sebelum ada tambang apung, hasil kami Nelayan cukup Memuaskan, dulu perhari bisa Menghasilkan 1 juta bahkan sampai 2 juta Setiap kami melaut, namun Sekarang setelah adanya tambang, air menjadi keruh, belum lagi oli kotor yang teraung dipermukaan air, ini semua disebabkan oleh limbah tambang, hingga membuat hasil kami nelayan jauh merosot, Cari uang Rp 400.000 saja sudah susah.

Sumadi Selaku ketua Nelayan Bakit Mengungkapkan hal yang sama.
bahkan anggota nelayan berjumlah 138 kk Juga Berharap kepada Pemerintah Daerah , Pemerintah Pusat atau aparat penegak perda dapat memperhatikan keluhan dan nasib kami para nelayan yang ada di Pesisir Pantai teluk kelabat dalam, bukan hanya desa Bakit desa lainnya juga banyak mengeluh, “Tutu Sumadi

Sumadi menambahkan, “Kami berharap kepada Bapak Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi, yang mana telah mentetapkan Zona Perikanan tangkap Pada Pasal 28 KPU-PT sebagaimana dimaksud dalam pasal 15 huruf e memiliki sub zona yang terdiri atas,
A, zona pelagik yang selanjutnya disebut KPU- PT PT-P dan, B, sub zona demersal, yang selanjutnya disebut KPU – PT-D, pasal 29 KPU-PT-P sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 huruf, a memiliki arah pengembangan meliputi, a Kabupaten Bangka perairan Belinyu (001) perairan Belinyu (002) perairan Belinyu (003)perairan Belinyu (004) perairan Belinyu (005) Teluk kelabat Dalam (006) perairan Belinyu (007) perairan Belinyu (008) perairan Belinyu (009) perairan Belinyu (010) perairan Belinyu (011) perairan Belinyu (012) perairan Belinyu (013) perairan Belinyu (014) perairan Belinyu (015) perairan Belinyu (016) perairan Belinyu (017) perairan Belinyu (018) perairan (019) perairan Belinyu.

Selain kepada Gubernur Bangka Belitung, kepada presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kami atas nama nelayan meminta, tolong hentikan aktivitas tambang di laut kelabat dalam ini, dan tolong perhatikan nasib kami para nelayan yang berada di pesisir pantai Teluk kelabat Dalam yang mana lokasi tempat kami nelayan telah diobrak-abrik oleh penambang – penambang ilegal yang merugikan dan membuat hasil tangkap kami para nelayan merosot Draktis, “Pungkas beberapa nelayan yang diwakili, oleh Sumadi

Dengan ada nya komplik dan Protes nelayan yang di pesisir perairan teluk kelabat dalam, sebagai keamanan laut, Jurnalis mengkonfirmasi Lanal Bangka Belitung, Belinyu, Kolonel Laut, Agus koswoyo, melalui pesan Whatsapp, namun belum memberikan jawapan, sampai berita ini di terbitkan, (Rizal Rahif)