Lemahnya Pengawasan, Mafia Peradilan Tetap Subur by Arthur Noija SH

0
120

Realita Mafia Peradilan
Modus mafia peradilan menjangkau disetiap tingkat proses hukum. Mulai dari Kepolisan, Kejaksaan hingga di Pengadilan.

Jakarta, meraknusantara.com,- Lembaga Peduli Nusantara berpendapat bahwa,Terseretnya sejumlah petinggi institusi pengadilan dalam beberapa operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi belakangan ini menyingkap tabir masih suburnya mafia peradilan di Indonesia. Penyimpangan yang dilakukan di institusi pengadilan membuktikan jika praktik korupsi yudisial sudah mengakar dan sistemik.

Komisi Pemberantasan Korupsi hendaknya mengembangkan kasus-kasus yang tengah ditangani untuk memetakan wilayah rawan korupsi di pengadilan karena korupsi di lembaga pengadilan memiliki jaringan yang luas dan kompleks. Kerja-kerja yang dilakukan sudah dapat dikategorikan sebagai jaringan mafia peradilan.

Modus-modus judicial corruption belum banyak berubah.
Hal ini menandakan upaya reformasi di tubuh Mahkamah Agung tak berimplikasi langsung dengan praktik jaringan mafia peradilan.

hasil investigasi Ombudsman di beberapa pengadilan masih ditemukan praktik percaloan yang menjanjikan dapat membantu para pencari keadilan dengan harga tertentu. Sebelumnya, Ombudsman RI pun telah merilis hasil investigasi tentang masih maraknya praktik mafia atau percaloan di lembaga peradilan.

Selain soal praktik percaloan, temuan investigasi lain juga mengungkapkan penyimpangan prosedur pada pendaftaran perkara, keterlambatan pelaksanaan sidang, penyimpangan prosedur penyerahan salinan dan petikan putusan, serta tidak terpenuhinya standar pelayanan di pengadilan. (Arthur)