“HOAX” VIRALNYA “OPEN BIDDING” JABATAN KEPALA BALAI BESAR POM DI SURABAYA

0
243

 

“HOAX” VIRALNYA “OPEN BIDDING”
JABATAN KEPALA BALAI BESAR POM DI SURABAYA
MELALUI WEBSITE DAN INSTAGRAM BPOM
YANG DITANDATANGANI OLEH KETUA PANSEL SESTAMA BPOM (RI)…?

Jakarta, (21 Februari’21).meraknusantara.com,-  Hampir lebih kurang sudah 2(dua) hingga 3(tiga) tahun Lembaga Peduli Nusantara menghimpun data dan informasi terkait perseteruan antara Ka BBPOM di Surabaya Sapari melawan Ka BPOM RI Penny K Lukito, terkait pemberhentian secara sepihak yang dilakukan oleh Ka BPOM RI Penny K Lukito terhadap diri Sapari, yang berakibat gugatan Sapari di PTUN Jakarta yang terdaftar dengan perkara nomor: 294/G/2018/PTUN.JKT tanggal 17 Desember 2018, yang berproses hingga di Mahkamah Agung, yang dimenangkan oleh Sapari dan telah Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht) tanggal 19 Maret 2020, bahkan sudah dieksekusi hingga 3(tiga) kali, yaitu 17 September 2020, 20 November 2020 dan tanggal 19 Januari 2021, namun Ka BPOM Penny K Lukito, BELUM melaksanakan dan bahkan TIDAK menghormati hukum….?, padahal Presiden saja taat hukum….?..ujar Ketua LPN.

Investigasi dan penelusuran LPN di lapangan, adanya rangkaian peristiwa sebelum
terjadinya viral open bidding jabatan Ka BBPOM di Surabaya, yaitu disinyalir dan diduga
adanya kaitan ketika Sapari dan Tim Penyidik PNS BBPOM di Surabaya yang didukung oleh
Korwas PPNS Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana Obat dan Makanan illegal dan
tanpa ijin edar (TIE) yang dilakukan oleh TSK (SB) PT Natural Spirit (D’Natural) Jl. Dr Soetomo No. 75 Surabaya, dengan Tersangka Shirley Boedihartono (SB) yang melanggar pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara 15 (lima belas) tahun dan atau denda 1,5 M dan Pasal 142 UU No.18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara 2 (dua) tahun dan atau denda 4 M, dan harusnya TSK bisa dilakukan penanahanan …….ujar Ketua LPN.

Rentetan peristiwanya sebagaimana diperoleh LPN di atas, bahwa Rabu tanggal 30
Mei 2018 ketika Sapari dan tim BBPOM di Surabaya sedang supervisi di pabrik susu PT.
Greenfields Kepanjen Malang, untuk persiapkan kunjungan kerja Ka BPOM Penny K Lukito
tanggal 17 Juli 2018 di pabrik susu tersebut. Tiba-tiba Sapari ditelpon oleh Ka Biro Umum dan SDM BPOM Rita Mahyona (dulu Ka Bagian TU Pimpinan), bahwa Sapari diminta menghadap Ka BPOM Penny K Lukito di Semarang tanggal 31 Mei 2018, dan tanggal 31 Mei 2018 siang sekitar jam 11.30 wib, Sapari menghadap Ka BPOM Penny K Lukito yang didampingi Deputi Penindakan BPOM Hendri Siswadi, S.H di ruang VIP Bandara Ahmad Yani Semarang, Ka BPOM Penny K Lukito, menyampaikan dengan nada “ancaman” kepada Sapari, sebagai berikut:
✓ Jabatan Kepala Balai Besar POM di Surabaya akan dilakukan open bidding…!
✓ Sapari akan dikembalikan ke Badan Narkotika Nasional (BNN)..!
✓ Sapari akan dicopot…!
✓ Sapari akan diberi tugas khusus…?……….ujar Ketua LPN

Informasi yang diperoleh LPN, bahwa apa yang disampaikan dengan nada “ancaman”
oleh Ka BPOM Penny K Lukito pada tanggal 31 Mei 2018 kepada Sapari di Ruang VIP Bandara Ahmad Yani Semarang, disinyalir dan patut diduga mengarah pada salah satu kasus perkara tindak pidana Obat dan Makanan illegal dan tanpa ijin edar (TIE) yang sedang Sapari dan tim Penyidik PNS Balai Besar POM di Surabaya proses pro justicia yaitu PT Natural Spirit (D’Natural) Jl. Dr Soetomo No. 75 Surabaya, yang diduga diintervensi melalui Ka BBPOM di Jakarta Sukriadi Darma, S.Si, Apt (sekarang Ka BBPOM di Jayapura) atas perintah dari “pimpinan diatas” Kepala BPOM dengan menyebut relawan Presiden, yaitu FA suami Ka BPOM Penny K Lukito……ujar Ketua LPN.

Hasil Investigasi dan penelusuran LPN melalui dunia maya dan lini masa, diperoleh
data dan informasi, ternyata salah satu “ancaman” Ka BPOM Penny K Lukito kepada Sapari
terbukti, dimana sesuai Pengumuman Nomor: KP.04.11.2.242.06.18.4678 tanggal 4 Juni
2018 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) BPOM diviralkan melalui website Badan POM tanggal 5 Juni 2018 pukul 17:24 wib dan postingan di Instagram BPOM tanggal 22 dan 28 Juni 2018, yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, dimana dinyatakan Jabatan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya sebagai “JABATAN LOWONG” padahal “SAPARI MASIH AKTIF” menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya (Ka BBPOM di Surabaya) berdasarkan SK Ka BPOM Nomor HK.04.01.1.242.02.18.0839 tanggal 14 Februari 2018, hingga 1 September 2019 dengan BUP 60 tahun….ujar Ketua LPN.

Hasil penelusuran dan investigasi tim LPN, diperoleh informasi, bahwa pada saat Ka
Biro Umum dan SDM BPOM Rita Mahyona memberikan kesaksian dibawah sumpah di depan sidang PTUN Jakarta tanggal 27 Maret 2019 pada perkara nomor: 294/G/2018/PTUN-JKT dengan objek gugatan SK Pemberhentian Sapari dari jabatan Ka BBPOM di Surabaya, ketika itu Rita Mahyona ditanya oleh Ketua Majelis Hakim M. Arief Pratomo, SH, MH, terkait viralnya open bidding tanggal 4 Juni 2018 yang tandatangan oleh Ketua Pansel Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si., dimana Rita Mahyona menyampaikan jawabannya bahwa : “Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, beliau adalah Sestama BPOM”, kemudian Ketua Majelis Hakim M. Arief Pratomo, SH, MH sampaikan didepan sidang, ibu Reri ini seperti “Paranormal saja”….ujar Ketua LPN

Mencermati hasil investigasi dari Tim LPN, dimana dengan kejadian diatas, seperti
peristiwa viralnya “open bidding” yang sangat menyakitkan bagi Sapari dan keluarganya,
sebagai bentuk “pembunuhan karakter“, “pencemaran nama baik”, “perbuatan yang tidak
menyenangkan”, “pembohongan publik” atau berita bohong/“HOAX”, apakah viralnya
“open bidding” diatas, patut diduga telah melanggar Undang-Undang ITE dan UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau peraturan yang lain, yang bisa menjerat Dra.Reri Indriani, Apt., M.Si Ketua Panitia Seleksi open bidding “Jabatan Lowong” Ka BBPOM di Surabaya yang viral tanggal 5 Juni 2018…?..ujar Ketua LPN. (red)

Sumber. “Lembaga Peduli Nusantara__21 Februari’21