Diduga Adanya Pemecatan Karyawan Secara Sepihak PT. LDR, Karyawan Unjuk Rasa.

0
89

Kab. Lebak, Meraknusantara.com,- Sejumlah karyawan PT. Lebak Distribusindo Raya (LDR) melakukan mogok kerja massal. Pasalnya ada beberapa karyawan PT tersebut telah dilakukan pemecatan secara sepihak, sehingga semua karyawan Sopir dan kenek melakukan aksi mogok kerja.

Pantauan wartawan di lapangan, Para karyawan yang melakukan mogok kerja tersebut hanya berdiam diri di area perusahaan, yang berlokasi di Kampung Kandang Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak – Banten. Pada Kamis, (18/02/2021) Kemarin.

Ajis salah satu karyawan PT LDR, yang ikut melakukan aksi mogok kerja mengatakan.” Perusahaan telah dianggap sewenang-wenang memecat 6 (enam) orang karyawan rekan kami secara sepihak, tanpa melalui prosedur yang jelas.” Katanya.

“Sebagai bentuk solidaritas terhadap teman kami yang dipecat secara sepihak, hari ini kami menyampaikan demonstrasi, dengan cara mogok kerja masal didepan halaman perusahan. Sebab, ini dirasa tidak adil dalam melakukan pemecatan terhadap teman kami yang bernama Asep, Endin, Parago, Riki, Somad, dan Lukman. Padahal kontrak kerja mereka masih lama.”Katanya.

Ajis menjelaskan, semua karyawan yang mogok hari ini jelas menolak pihak perusahaan yang memaksa karyawan harus mengakui kesalahan. Sebelumnya rekan kami ini tidak bisa masuk kerja karena sakit. Tapi mereka dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan melanggar aturan perusahaan. Padahal ke enam karyawan tersebut sudah cukup jelas tidak kerja karena sakit dan memberikan surat keterangan sakit dari dokter.” Katanya.

Masa orang sakit, tidak boleh sakit dan tiba-tiba pihak perusahaan malah memberikan SP3. Padahal mereka sudah memberikan surat keterangan dari dokter bahwa mereka sakit, yang berujung pada pemecatan sepihak.”Terang Ajis

Melalui rilis yang dibagikan, selain menuntut agar rekan mereka kembali diberikan pekerjaan, mereka juga memiliki lima tuntutan ke pihak perusahaan.

Ada 5 point utama yang menjadi tuntutan para pendemo yaitu :

  • Pertama, Mobil Dobel (GR) tidak sanggup atau tidak mampu untuk muat ataupun mengirim barang berdua, sehingga kami menuntut agar personil mobil pengangkut barang ditambah kapasitas orangnya.

  • Kedua, hentikan PHK secara sepihak, karena merugikan pihak karyawan.

  • Ketiga, meminta agar tunjangan sopir sesuai dengan aturan sebelumnya.

  • Keempat, penggabungan saldo BPJSTK dari PT Sayap Mas Utama ke PT Lebak Distribusindo Raya, sangat penting untuk segera direalisasikan.

  • Kelima, meminta agar ada toleransi dari pihak perusahaan pada karyawan yang sakit atau ada keperluan.

Dalam Aksi mogok kerja karyawan ini sempat ada respon dari pihak perusahaan dan massa aksi diajak melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan. Namun hasil dari musyawarah itu tidak ada titik terang sehingga massa aksi membubarkan diri secara teratur dan mengancam akan terus melakukan aksi mogok sampai tuntutan mereka di realisasi.

Sejumlah wartawanpun berupaya menemui pihak perusahaan untuk menggali informasi lebih dalam. Namun pihak perusahaan enggan ditemui untuk memberikan keterangan kepada para wartawan.*

.* Apang Spd .*