Pelunasan Harga Tanah Milik Ahli Waris Alm. Paressa Oleh Pemerintah Kota Palopo, Dipertanyakan Dasar Hukumnya ?

0
90

Palopo, Meraknusantara.Com. Terkait pelunasan tanah milik ahli waris Paressa, Muslimin, S.IP sebagai Lurah Sampoddo kepada Meraknusantara.com mengatakan, bahwa dirinya tidak paham mengenai pembayaran pelunasan harga tanah yang diserahkan kepada pemilik Toko Bogor Palopo.

Pembayaran itu dilakukan oleh ibu Hasna di Dinas Pertanahan Pemerintah Kota Palopo sebesar Rp 1 Milyar pada tahun 2020.
Menurutnya (Lurah) menambahkan, bahwa waktu pembayaran yang dilakukan kepada pemilik Toko Bogor, pak Haji Pemilik Toko Bogor sempat ditanya. Bagaimana dengan ahli waris “Alm.Paressa” ? Tanya Muslimin kapada Haji Pemilik Toko Bogor. dan dijawab oleh Toko Bogor kepada Pak Lurah Sampoddo, “itu urusan saya” ( Haji Pemilik Toko Bogor ) tandasnya menjelaskan.

Sementara oleh salah seorang Ahli Waris Alm. Paressa kepada Meraknusantara.Com menyebutkan, bahwa pihaknya tidak tahu menahu adanya pelunasan pembayaran harga lahan tanah milik warisannya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palipo kepada Haji Pemilik Toko Bogor itu.

“Intinya adalah bahwa Walikota Palopo Drs.H.M. Judas Amir, Mh pernah menyampaikan kepada pihak Haji Bogor, silahkan selesaikan dulu permasalahannya dengan pihak Ahli Waris”, ucap Gusran sebagai Ahli Waris menirukan.
Lebih jauh Gusran menambahkan, bahwa kenapa bisa Pemerintah Kota Palopo melakukan pembayaran pelunasan sebesar Rp 1 Milyar itu ? Pada hal kami belum ada penyelesaian tentang hak warisan kami yang diakui telah dibeli sama Alm.Lel. Nassa sebagai salah seorang ahli waris.

Gusran menegaskan bahwa obyek lahan hak warisannya itu yang dibeli Pemerintah Kota Palopo tanpa melalui kami para ahli waris dari Alm. Paressa tersebut, seharusnya sebelum melakukan pembayaran pelunasan harga lahan obyek sengketa dimaksud, terlebih dahulu dilakukan klarifikasi kebenaran fakta-fakta hukumnya agar kami tidak timbul dugaan rasa kecurigaan dan pertanyaan.

“Aneh dan mengherankan memang atas terjadinya pembayaran pelunasan harga tanah lahan warisan kami tersebut”. jelas Gusran.

Persoalannya adalah karena kami selaku ahli waris dan Pihak Haji Toko Bogor belum ada penyelesaian, baik secara damai maupun melalui proses hukum. Atau setidaknya bahwa pembayaran itu dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Palopo ketika kami sudah ada persetujuan dan kesepakatan bersama sebagai solusi hukumnya kata Gusran menjelaskan. (N. Naba)