Mengenang (Alm) Abdul Karim Alaydrus (Mantan Kalapas Sukamiskin)

0
218

Jakarta, meraknusantara.com,-MengenangĀ  Alm. Abdul Karim Alaydrus seorang yang dermawan dan sangat peduli pada sesama.

Abdul Karim Alaydrus (51) Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kalimantan Selatan, meninggal dunia di RS Pasar Rebo Jakarta Timur (14/01/21) Jam 10.00 Wib, setelah beberapa hari di Rawat Intensif di RS tersebut.

Abdul Karim Alaydrus, mulai di rawat di RS Pasar Rebo sejak tanggal (02/01/21), karena menderita sesuatu penyakit, dan di jemput maut (14/01/21) setelah sebelumnya tim medis RS Pasar Rebo berusaha semaksimal mungkin guna penyembuhan penyakit yang diderita Abdul Karim Alaydrus.

Abdul Karim Alaydrus, yang semasa kecil tinggal di Sumur Batu Kemayoran Jakarta Pusat, adalah pelatih Pencak Silat Kopasus, Bahkan semasa mahasiswa di Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Tingkat Nasional, alm adalah peraih medali emas cab pencak silat. Serta sampai hayatnya menjabat sebagai Ketua Pengda IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) DKI Jakarta.

Berbagai jabatan dilingkungan Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pernah dijabat Abdul Karim Alaydrus, diantaranya :

– Staf Lapas Muara Bungo
(1994-2002)
– Instruktur Akademi Ilmu
Pemasyarakatan
(2002-2007)
– Kasubsi Kegiatan Kerja
Terbuka
(2007)
– Kepala Pengamanan
LP Padang
(2008-2009)
– Kalapas Marauke, Papua
(2009-2011)
– Kalapas Blitar, Jawa Timur
(2011-2013)
– Karutan Salemba, Jakarta
(2013-2014)
– Kalapas Salemba, Jakarta
(2014-2016)
– Kasubdit Perawatan
Kesehatan, Ditjen PAS
(2016)
– Kabag Propam, Ditjen PAS
(2016-2018)
– Kalapas Kalianda, Lampung
(2018)
– Kalapas Banda Aceh
(2018-2019)
– Kalapas Sukamiskin,
Jawa Barat
(2019-2020)
– Kadiv Pemasyarakatan
Kanwil KumHam Kalsel
(2020-2021)

Seorang sahabat alm, Ito Suratno yang disambangi awak media sangat kehilangan sahabat terbaiknya, alm dikenal kedermawanannya dan sangat peduli dengan para sahabatnya masa remaja di Sumur Batu, itu dibuktikan oleh alm ketika menjadi karutan Salemba, alm. Abdul Karim Alaydrus mengundang para sahabatnya untuk mengenang masa kecil dulu.
Selamat jalan sahabat takkan kami lupa kebaikan dan kedermawanmu, semoga kebaikan dan kedermawanmu ke kami sahabatmu dimasa remaja, menjadi catatan amal baik di akhirat, doa dan air mata dari kami para sahabatmu melepas kepergianmu, mas Ito mengakhiri pembicaraan
(Reza Fahlevi)