Jose Choa Linge, Dari Aktor Film Hingga Owner Event Organizer JCL

1
549

Jakarta, meraknusantara.com,- Aktor film Jose Choa Linge yang kini dikenal sebagai owner Event Organizer (EO) JCL merupakan aktor multi talent yang juga sering menjadi host dan organizer baik di stasiun televisi maupun event lainnya.

Ditemui awak media dikediamannya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jose Choa Linge, bercerita tentang pengalamannya didunia hiburan tanah air, berawal dari tanah kelahirannya Makassar, semasa kecil sudah main di film produksi film daerah.

Jose Choa Linge, menghabisi masa remajanya di Kota Kendari, di kota inilah kegiatan seni mulai padat dengan menjadi model dan peragawan, kata guru di SMA
“Tempatmu bukan disini (maksudnya Kendari), melainkan di Jakarta kelak akan menjadikanmu seorang Artis”

Jose Choa Linge, mulai berfikir untuk mengembangkan bakat seninya dengan hijrah ke Jakarta, tanpa pamit ke keluarga dengan tekad bulat menjadi artis dan mengembangkan bakat seninya sampailah Jose Choa Linge di Jakarta, dan tinggal di rumah pamannya.

Jose Choa Linge, mengisahkan perjalanannya ke Jakarta tidaklah mudah karena ketika pesawat yang dinaikinya dari Kendari transit di Surabaya Jose Choa Linge mengira sudah tiba di Jakarta, hingga turunlah di kota pahlawan Surabaya, dan menetap cukup lama bahkan sempat terfikir untuk kuliah di Surabaya sampai akhirnya tinggal di Kota Malang, namun karena niatnya mau jadi artis di Jakarta, akhirnya dengan menumpang kereta api menuju Jakarta, dengan
biaya perjalanan menuju ke Jakarta hasil keringat shownya di Kendari.

Setibanya di Jakarta, bukan kenikmatan yang diperolehnya namun harus hidup jadi gelandangan karena uang habis dicopet di kereta, saat menginjakkan kaki di Jakarta tepatnya di stasiun KA Gambir, paman yang diharapkan tidak menjemputnya, belakangan diketahui bahwa telegram yang dikirim ke pamannya tidak sampai, namun akhirnya berjumpa paman setelah mendatangi kantornya.

Jose Choa Linge, setelah pertemuan dengan paman, tinggal di Jati Bening dan semakin kuat niatnya menjadi artis film, melalui sebuah iklan surat kabar, didatangi produksi film dengan judul Ibunda disutradarai Teguh Karya, dan berhasil lulus casting sebanyak 3 kali, namun langkah menjadi artis belum terpenuhi karena lulus casting bukan jaminan bisa main film tapi perlu uang sebagai syarat lainnya, maka urunglah main di film itu.

Cita-citanya menjadi artis tetap berlanjut dengan mendatangi Pusat Film Negara (PFN), dan ditawari untuk main di Film Sundel Bolong (bintang utama : Suzana), namun tawaran itu ditolak karena belum izin dengan paman, sebulan kemudian kembali datang ke PFN, dan berkenalan dengan Bang Asmara (yang menemukan bakat akting Jose Choa Linge didunia perfilman).

Kecintaannya kepada dunia seni terus dilanjutkan dengan bergabung di Teater VILAR dan SAE bersama Agus Pengampon dan terakhir di TOKOH TOKOH, di teater itulah bakat seninya semakin diasah karena selama ini belajar seni hanya otodidak.

Setelah menimba ilmu seni di teater, akhirnya Jose Choa Linge mendapat tawaran jadi peran utama di Film televisi ACI serial PSPB dengan peran Sersan Kirang, dengan konsekuensi harus keluar dari Teater. Sejak saat itulah berbagai Film, Sinetron dan FTV di perankan oleh Jose Choa Linge, juga dubber telenovela, kartun, Film dan sejumlah iklan Radio.

Kesibukannya di dunia perfilman dan entetain membuat jenuh dan akhirnya Jose Choa Linge jadi penulis, pemerhati musik dan host, dan semakin lama usia pun semakin bertambah akhirnya timbullah ide untuk memberikan pakerjaan kepada orang lain dan mendirikan Event Organizer (EO) Jose Choa Linge atau yang lebih dikenal JCL, tak lama sejak berdirinya JCL, Jose Choa Linge mendapat job di Tangerang dengan menampilkan artis sebanyak 50 orang (diantaranya Wati Siregar, Oki, Krisna Mukti, Dina Mariana, Maya Angela, Maria Eva, dll).

Sejak suksesnya acara di Tangerang, Lalu Jose Choa Linge mengadakan konser Diva pop Dian Piesesha di konser ini tidak membawa nama JCL tapi PRIJOLIN – PRIlly Priscilla – JOse Choa Linge – LINDa Dewiyanti, sebanyak 2 kali konser dan berjalan sukses.

Tahun 2018 Jose Choa Linge mendapat tugas dari TVRI menjadi Koordinator Acara 80’an, sebagai koordinator artis dan juga koordinator penonton, setelah di TVRI lalu Jose Choa Linge di ajak bergabung untuk jadi koordinator di ATM Warung Rakyat Nusantara, Kranggan, milik Brigjen (TNI-AD) Akhmad Tamin Mustafa.

Selain diseni pertunjukan, Jose Choa Linge juga dikenal sebagai kolektor kaset dengan jumlah 12.000 koleksi, awalnya dikenal sebagai kolektor patung-patung Asmat atau patung-patung yang berbentuk manusia dengan bahan kayu yang sampai dengan saat ini masih menghiasi dinding rumahnya, dan dengan koleksi kaset lagu dari penyanyi tahun 60’an sampai 80’an koleksi kasetnya ada sebanyak 12000, karena itulah seorang blogger menempatkan Jose Choa Linge pada urutan ke-22 dari 24 kolektor benda unik di dunia.

Sebelum mengakhiri pembicaraan Jose Choa Linge, bahwa para seniman juga pelaku seni lainnya termasuk EO, dimasa Pandemi covid-19 ini sangatlah terpuruk dari segi penghasilan, namun jangan sampai mati dalam berkarya, Jose Choa Linge mengumpamakan dirinya misal : andai ga ada job di EO, akan mencari job di Host, kalau tidak ketemu jadi host dia akan jadi penulis, dan itu dilakukannya dengan menjadi YouTuber, dengan konten video Talk Show bersama musisi lawas dan bintang film … Sukses dan sehat selalu dari kami buat Om Jose Choa Linge (RFA)

1 KOMENTAR

Comments are closed.