Ini klarifikasi Berita yang Beredar Di Medsos Terkait Pelayanan Karyawan SPBU Kampung Keramat

0
37

Pangkalpinang, Meraknusantara.com – Beredarnya berita yang diunggah pada akun Facebook terkait pelayanan karyawan SPBU dijalan mentok Kelurahan Kampung Keramat, Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang ini Problem yang terjadi sebenarnya, Senin, ( 11/01/2021 ).

Terkait dengan Maslaah yamg terjadi pada karyawan SPBU Kampung Keramat ini adalah Miss communication salah satu karyawan SPBU tidak terlalu mendengar permintaan konsumen yang meminta diisikan BBM ke motornya jenis metik sebesar Rp. 10.000, namun karyawan tersebut tidak mendengarnya, ia mengira diisikan full dikarenakan konsumen mengeluarkan uang sebesar Rp. 50.000.

Saat selesai mengisi konsumen terlihat sedikit marah karena karyawan mengisi melebihi yang dia katakan, namun karyawan sempat meminta maaf kepada konsumen tersebut dan mengatakan” kalau ABG gak mau rugi biar kita kuras bang dan kita sedot lagi kalo mau” tutur karyawan kepada konsumen tersebut.

Konsumen sedikit marah karena merasa tersinggung kali dia dimintai untuk menguras BBM yang sudah terlanjur diisi didalam Tanki motor miliknya, karyawan terus menggiring dan bertanya kepada konsumen apakah mau dikuras atau tidak, namun sang konsumen tidak mengindahkan karyawan tersebut dan langsung pergi meninggalkan SPBU tersebut

Mungkin konsumen merasa kesal dan jengkel dan dalam keadaan Emosi, lalu melayangkan serta mengunggah amarah tersebut pada status pada akun Facebook miliknya, dengan mengatakan masalah yang terjadi diperkirakan pada waktu sore tersebut,.

Setelah dilakukan mediasi didalam ruangan kantor SPBU Kampung keramat didepan awak media meraknusantara.com karyawan SPBU atas nama Riski dan Nanda Ferawati tersebut menceritakan masalah yang terjadi sebenarnya.

” Kami tidak mengatakan hal yang melebihi apa yang dituliskan pada akun Facebook milik konsumen tersebut, ia menambahkan hal – hal yang menjelekkan kami selaku karyawan SPBU, padahal kami sudah meminta maaf kepada konsumen dan kami sudah bersedia untuk menguras BBM yang sudah kami isi, namun konsumen tersebut malah pergi, ” Pungkas Riski.

” Saya selaku manajer SPBU kampung keramat meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh karyawan kami, mungkin kesalahan ini hanya Miss communication saja antara mereka, mudah – mudahan kesalahan ini tidak akan terulang lagi kedepannya, karena kami ingin pelayanan kami Pada SPBU ini memberi serta dapat menciptakan kenyamanan terhadap masyarakat Pangkalpinang khususnya, ” Tutur Ria Syafiska Manajer.

Dengan adanya kejadian ini dapat membuat SPBU yang lainnya dan menjadi pelajaran bagaimana cara melayani konsumen serta masyarakat saat melakukan pengisian BB M didalam SPBU. ( isk ).