Allung Padang Pemenang Kasus Perdata Yang Telah Inkracht Ditetapkan Tersangka Menuai Sejumlah Pertanyaan

0
391

Palopo, meraknusantara.com,-Mantan pemdamping hukum non litigasi atas diri Allung Padang angkat bicara. Andi Allung Padang yang ditersangkakan atas bukti surat kematian yang tidak diregistrasi di kantor Kelurahan Lagaligo, ternyata dibantah mantan Lurah Lagaligo, Pinapatukaran Mantan Lurah Lagaligo mengatakan, bahwasanya surat tersebut tidak palsu.

“Sebenarnya, surat kematian tersebut tidak palsu. Hanya saja karena salah komunikasi dengan staf saya saat itu, sehingga ada dua surat kematian yang sama-sama ditandatangani di Kantor Lurah Lagaligo pada waktu itu”.kata Lurah Lagaligo.

Hal yang sama juga dipertanyakan mantan pemdamping hukum non litigasi atas diri Allung Padang.(Nasrun Naba) yang mempertanyakan :Apakah Terhadap Surat Keterangan Kematian Alm. Hj. Jahra yang diduga palsu itu, menimbulkan hak bagi Allung Padang ? Dan apanya yang dikatakan Palsu dalam surat keterangan Kematian dimaksud ? Apakah orang yang diterangkan namanya telah Mati atau meninggal dunia, pada faktanya masih hidup ? Atau apakah keterangan tentang historis waktu (hari, tanggal, bulan dan tahun) yang menerangkan kematian bagi Hj. Jahra, pada faktanya tidak sesuai ? tanya Nasrun Naba yang dikatakan kepada media.

Lebih jauh dipertanyakan pula oleh mantan pemdamping hukum non litigasi atas diri Allung Padang. Apa indikator penerbitan surat Keterangan Kematian lain yang diterbitkan oleh selain yang digunakan Allung Padang dan apa haknya dalam pemerbitan surat keterangan itu ? Bukankah Surat Keterangan Kematian yang digunakan oleh Alling Padang, pada hakikatnya sudah ditingkatkan status hukumnya menjadi Akta Kematian melalui Dinas Catatan Sipil dan telah digunakan dalam proses Peradilan Hukum hingga telah berkekuatan hukum tetap / inkracht ? Apakah surat keterangan kematian yang digunakan oleh Allung Padang telah diuji materi melalui proses hukum dan surat keterangan itu telah ditetapkan atas Putusan Pemgadilan bahwa surat itu benar palsu ?

Selain pertanyaan-pertanyaan diatas  Nasrun Naba juga menduga penetapan tersangka dan Penahanan terhadap diri Allung Padang tertanggal 31 Desember 2020 diduga ada intrik politisasi antara pihak -pihak terkait yang pernah kalah dalam kasus Perdata atas obyek ruko diterminal sebanyak 60 unit dan tentunya bila hal ini tidak segera diluruskan maka akan bisa menjadi temuan atau bukti baru ( Novum) agar dapat melakukan PK (Peninjauan Kembali) jelas Nasrun Naba. (red)