Pembangunan Betonisasi Desa Buaran Bambu Pakuhaji Dipersoalkan

0
561

Kabupaten Tangerang, Meraknusantara.com– Sejak tahun 2015, negara ini telah menggelontorkan Dana Desa ke seluruh Desa di Tanah Air. Angkanya tiap tahun terus naik. Tahun 2020 ini, total Dana Desa yang dikucurkan negara mencapai Rp 72 triliun. Jumlah itu naik Rp 2 triliun dari tahun 2019 yang mencapai Rp 70 triliun.dari angka yang begitu pantastik di harapkan pembangunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa bisa terserap dengan baik.

Namun berbeda hal pembangunan rabat beton di Kp.Rawa panggang RT 002/015 desa Buaran Bambu Kecamatan Pakuhaji yang menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp.240.690.000 di duga di jadikan ajang korupsi.

Samsuri Wakil koordinator DPC LSM Geram Banten Indonesia Kab.Tangerang usai melakukan monitoring kelapangan bersama Tim investigasi nya mengatakan kepada media” Sangat miris pekerjaan betonisasi dengan nilai biaya Rp.240.690.000 di Kp.Rawa Panggang Desa Buaran Bambu Kecamatan Pakuhaji Kab.Tangerang yang menggunakan anggaran Dana Desa tidak terserap dengan baik karena di duga mengurangi ketebalan beton dan lebar jalan nya pun berpariasi “ini jelas ada indikasi dugaan korupsi,tegas Samsuri

Sementara Koordinator DPC LSM Geram Banten Indonesia Hasanudin Gabel saat di temui di kantor sekretariat nya mengatakan “Betul laporan dugaan hasil tim kami di lapangan ada indikasi mengurangi volume rabat beton di Kp.Rawa Panggang RT 002/015 Desa Buaran Bambu Kecamatan Pakuhaji Kab.Tangerang.

Laporan tersebut berbentuk Dokumentasi Poto dan Vidio dan itu sudah kita simpan untuk di jadikan bahan Audiensi nanti.jelasnya

Masih menurut gabel Audiensi jelas akan kita lakukan permohonan kepada Camat Pakuhaji Karena pada saat kita konfirms lewat whatsapp terkait dugaan temuan Kepada Kasie pemerintahan Pakuhaji Hj.Yuyun yang juga menjabat Plt Kades Rawa Boni menyampaikan kepada kita “bahwa untuk ketebalan beton di bagian tengah memang berpariasi pak dan lebar nya pun memang ada kurang,bapak kaya eksekutor aja”.

Pernyataan kasie pemerintahan Kecamatan pakuhaji ini jelas kurang beretika padahal terkait penyampaian pendapat itu di atur oleh UU nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan.Jelas gabel

Atas dasar temuan yang kami duga ada indikasi korupsi terkait pembangunan rabat beton di Kp.Rawa Panggang RT 002/015 Desa Buaran bambu Kecamatan Pakuhaji ini akan kita serahkan laporan dan Dokumentasi temuan ini kepada Inspektorat dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembanguan (BPKP) Kab.Tangerang karena sebagai APIP dapat mengambil peran dalam kegiatan pembinaan dan pengawasan baik perencanaan,pelaksanaan,maupun pemantauan sebagai implementasi UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,” Tegas gabel

Setelah itu awak media meraknusantara.com mencoba menghubungi Kasie Pemerintahan Pakuhaji Hj.Yuyun Lewat chat Via Washapp, membenarkan adanya pembangunan Rabat Betonisasi yang di Anggarkan Dana Desa Buaran Bambu, terkait adanya ketidak susuaian coba Akang komfirmasi kepada Kepala Desa tersebut,” balasan chat via Washapp Kasie Pemerintahan Kec. Pakuhaji.

Hj yuyun Menambahkan, dan terkait saya chattingan sama salah satu Lembaga memang iya saya mengatakan eksekutor, tetapi saya hanya becanda dan sambil tersenyum, Kalau lembaga dan media slalu menanggapi serius dan apa yang kita ucapkan salah,,,,gimana kita bisa dekat jadi sahabat mitra dan Tolong sampein saya mohon maaf,,,🙏🏻🙏🏻,” chat via whasapp.

Diwaktu yang sama awak media Meraknusantara.com mencoba untuk menghubungi kepala Desa Buaran Bambu, terkait pembangunan Rabat Betonisasi yang berada di kampung Rawa Panggang yang di soalkan oleh Lembaga Geram Banten Indonesia lewat Via Washapp namun dengan santai membalasnya, ” Iya knp..,K kantor ajh.di hp mah susah

(Nuryadi)