Pejabat Kabupaten Serang di duga terlibat pembagian uang serangan fajar di Pilkada.

0
1126

Serang. Banten, meraknusantara.com,- Pasca Pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Tanggal 9 Desember lalu, mulai terungkap praktek money politik.

Dugaan tersebut dikuatkan dengan beredarnya screenshot percakapan WhatsApp dan melibatkan pejabat Pemkab Serang setingkat Kabid ( Esselon 3 ).

Wahyudin Syafei Ketua LMPI Kabupaten Serang saat mendatangi Bawaslu Serang meminta Bawaslu bertindak dan mengusut dugaan suap politik uang di Pilkada kabupaten Serang kemaren.

Dari bukti percakapan WhatsApp tersebut terungkap bahwa beberapa pejabat Kabupaten Serang setingkat Kabid di perintahkan untuk membagikan sejumlah uang kepada masyarakat untuk memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Serang Tatu Chasanah dan Panji Tirtayasa, besarannya juga fantastis setiap Kabid menerima sebesar 1,5 M papar Wahyudin.

Diduga kuat, sumber dana tersebut berasal dari dana Penanggulangan Covid 19 Kementrian Kesehatan yang di salurkan kepada RSUD Drajat Prawira negara Kabupaten Serang.

Hal tersebut di kuatkan dengan beredarnya surat Kemenkes kepada Dirut RSUD bahwa kabupaten Serang mendapatkan sejumlah alokasi anggaran sebesar Rp 58 M lebih, namun di sisi lain pengakuan Dirut RSUD hanya menerima 17 M. Untuk hal ini kami akan mendalaminya dan akan menindak lanjuti ke kejaksaan tinggi Banten.

Menyoal ini kami meminta Bawaslu bertindak dan memeriksa nama-nama yang di sebut dalam screenshot percakapan WhatsApp tersebut, sebagai komitmen Bawaslu mengawasi pelaksanaan pilkada kabupaten Serang yang bersih dan bermartabat. (red)