Majelis Hakim Diminta Menyatakan Sah PJB Nomor 157/PJB/ITU/JKT/VII/2017 tanggal 27Juli 2017 Dan Menolak Seluruh Eksepsi Tergugat

0
87

Jakarta,meraknusantara.com –Gugatan Ingkar Janji atau Wanprestasi yang diajukan oleh Arwan Koty selaku Penggugat terhadap PT.Indotruck Utama selaku tergugat, Karena hingga saat Alat berat berupa Excavator Merk Volvo EC 210D yang telah dibeli dari PT.Indotruck Utama dan telah dibayar lunas, Belum diterima oleh Arwan Koty.

Dalam gugatan wanprestasi PT.Indotruck utama telah mengingkari Perjanjian Surat Jual Beli Nomor 157/PJB/ ITU/JKT/ITU/2017 tertanggal 27 juli 2017. Antara PT.Indotruck Utama dan Arwan Koty.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa tidak ada Dokumen yang menyatakan adanya serah terima Excavator antara PT.Indotruck Utama (penjual) dan Arwan Koty (pembeli). Sesuai Perjanjian Surat Jual Beli Nomor 157/PJB/ ITU/JKT/ITU/2017 tertanggal 27 juli 2017. Antara PT.Indotruck Utama dan Arwan Koty.

Dalam Perjanjian Jual Beli (PJB) tersebut telah mengatur terkait tempat penyerahan Excavator yang mengacu pada Pasal IV Ayat 1, Bahwa PT.Indotruck berkewajiban menyerahkan Excavator Volvo EC 210D di Yard PT.Indotruck dengan penanda tanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh para pihak yaitu Arwan Koty dan PT.Indotruck Utama.

Dalam persidangan sebelumnya, Ahli Hukum Perdata Prof. Dr. Atja Sondjaja, S.H.MH.Mantan Hakim Agung dalam persidangan dibawah sumpah menerangkan, Syarat sahnya perjanjian harus memenuhi syarat yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata yakni Sepakat mengikatkan diri para pihak, Kecakapan Para Pihak.

sidang gugatan wanprestasi terhadap PT.Indotruck Utama di gelar di pengadilan negeri jakart utara

Perjanjian itu menimbulkan Hak dan kewajiban, apabila Hak dan kewajiban dalam perjanjian tersebut dilanggar maka dinamakan melanggar perjanjian atau ingkar janji atau cidera janji atau wanprestasi

Bentuk- bentuk wanprestasi, Prof. Atja menjelaskan, Tidak melaksanakan sama sekali, Melaksanakan tapi tidak sesuai, Melaksanakan tapi terlambat dan Melakukan yang dilarang dalam perjanjian.

Kalau perjanjian yang sah itu dilanggar maka yang melanggar bisa dikatakanbwanprestasi, Akibat hukum atau sanksinya wanprestasi sebagaimana Pasal 1243 KUHPerdata, yang dirugikan dapat menuntut ganti rugi. Dalam perjanjian jual beli, Penjual hanya boleh menyerahkan barang manakala pembayaran telah lunas sebagaimana diatur dalam Pasal 1478 KUHPerdata.Perjanjian mengikat kedua belah pihak sebagai undang-undang, Pasal 1338 KUHPerdata (BW)

Prof Atja juga mengatakan, Pasal 1339 KUHPerdata bukan hanya yang tertulis saja dalam perjanjian, Namun tetapi juga undang-undang, kebiasaan dan kepatutan dan keadilan. Apabila setelah dilunasi oleh Pembeli, Si Penjual tidak menyerahkan barang tersebut, maka si Penjual wanprestasi.

Menurut Saksi Ahli (Mantan Hakim Agung dan Kamar Perdata) Prof. Dr. Atja Sondjaya S.H. M.H. dibawah Sumpah mengatakan bahwa dimintanya Ganti Kerugian In Materiil di dalam suatu perkara Wanprestasi tidaklah membuat Kabur Gugatan melainkan implikasinya hanya menolak Petitum tersebut namun tidak dapat dijadikan alasan hukum Pembenar untuk hakim memberikanPutusan N.O (Nietonverklaard On vankeliijke).

Berkenaan dengan Keterangan Ahli tersebut, Dalam kesimpulannya kuasa hukum Arwan Koty mengatakan, Bahwa tergugat yakni PP.Indotruck tidak melakukan yang diperjajikan, aka tetapi tergugat justru melakukan yang tidak diperjajikan.

penggugat dan tergugat saat memberikan bukti bukti dalan persidangan wanprestasi

Dalam kesimpulannya, tim kuasa hukum Penggugat menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil Tergugat sebagaimana disampaikan dalam jawaban dan Dupliknya, kecuali mengenai hal-hal yang secara tegas dan jelas diakui kebenarannya oleh Penggugat, Bahwa Tergugat sama sekali tidak dapat menyangkal dalil-dalil Penggugat di dalam surat Gugatan dan Repliknya, dan tidak dapat membuktikan kebenaran sangkalannya.

Dalam pokok perkara, Kuasa Hukum Arwan Koty Berharap majelis Hakim dapat Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya
Menyatakan sah Perjanjian Jual Beli Nomor 157/PJB/ITU/JKT/VII/2017 tanggal 27 Juli 2017 yang dibuat dan ditandatangani oleh Penggugat dan Tergugat.

Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan ingkar janji atau wanprestasi terhadap isi Perjanjian Jual Beli Nomor 157/PJB/ITU/JKT/VII/2017 tanggal 27 Juli 2017 yaitu Pasal III dan Pasal IV,
Menghukum tergugat untuk dapat mengganti kerugian materil dalam hal ini mengembalikan uang yang telah dibayar lunas oleh Penggugat senilai Rp.1.265.000.000,- (satu milyar dua ratus enam puluh lima juta rupiah) ditambah bunga 6 % selama 2 tahun dan atau setidak-tidaknya menyerahkan 1nunit alat berat Excavator merk Volvo EC210D dalam keadaan baru.

Menghukum tergugat untuk mengganti kerugian Inmateril senilai Rp.10.000.000.000,-(sepuluh milyar rupiah), Menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang telah diajukan terhadap benda tidak bergerak dan benda bergerak milik tergugat yaitu Tanah dan bangunan milik Tergugat yang terletak di jalan raya cakung cilincing kav.3A semper timur Jakarta Utara.

Menghukum Tergugat untuk membayar uang Paksa (Dwangsom) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) setiap harinya atas keterlambatan dalam menjalankan isi putusan perkara a quo pada saat telah berkekuatan hukum tetap.

Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad ) meskipun ada upaya hukum banding, kasasi, peninjauan kembali maupun verzet. perlawanan.

Tim kuasa Hukum Arwan Koty juga berkeyakinan melalui wakil Tuhan dibumi ini yaitu Ketua majelis Hakim perkara 181/Pdt.G/2020, Fahzal S.H. M.H. Kebenaran dan Keadilan akan terungkap.

Hingga berita ini diturunkan kuasa hukum PT.Indotruck Utama (George SH.) tidak mau memberikan komentar terkait sidang gugatan perkara wanpreatasi.

(MatNur)