Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Polres Palopo Tegakkan Keadilan Kasus Penganiayaan Pengacara Pedagang Sentral Palopo

0
580

Palopo , meraknusantara.com,- Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Keadilan melakukan unjuk rasa didepan Kantor Polres Palopo, Unjuk rasa kali ini berkaitan adanya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Pengacara.

Para Mahasiswa menuntut Polres Palopo segera menegakkan keadilan terhadap kasus penganiayaan ini sehingga terang benderang agar masyarakat tidak salah dalam menilai kasus tersebut.

Hukum diciptakan tentunya untuk melindungi dan menjaga kepentingan bersama sehingga keadilan sosial dapat terwujud, namun kejadian penganiayaan terhadap seorang pengacara Pedagang Sentral Palopo sangatlah mencederai Hukum itu sendiri.

Kejadian penganiayaan ini berawal pada Sabtu tanggal 21 Novenber 2020 pukul 16:15 wib tepatnya di pelataran Pusat Niaga Palopo jalan Ahmad Dahlan kel Amassangeng, Kec Wara, Kota Palopo

Dan inilah kronologi yang dituliskan oleh korban.

Pada hari sabtu tanggal 21 Novenber 2020 pukul 16:15 wib tepatnya di pelataran Pusat Niaga Palopo jalan Ahmad Dahlan kel Amassangeng, Kec Wara, Kota Palopo. Pada hari itu saya mendapatkan penganiayaan secara bersama sama yang di lakukan antara oknum Pengacara Berinisial (BA) dengan cara memaksa saya untuk ke kantor polisi dengan cara menarik badan saya namun saya menolak dan terus menarik saya dengan melakukan penarikan sehingga mengakibatkan saya terjatuh dan melakukan pemukulan menggunakan kepalan tangan di kepala bagian belakang dan memutar tangan saya serta bersamaan dengan oknum wartawan bernama Inisial (S) dari surat kabar daerah yang dari kemarin mendampingi pak Buya melakukan tindakan mencekik leher saya dari belakang sehingga saya ini di tahan untuk tidak bergerak dan di halangi untuk bagun sewaktu saya berada pada posisi terjatuh di atas aspal.

Di luar dugaan saya bahwa sesama rekan seprofesi tidak akan mungkin pengacara inisial (B) akan melakukan tindakan yang tidak terpuji tersebut ke pada saya yang bisa membuat permasalahana ini bermuara pada tindakan pidana, bahwa sadar dengan maksud kedatangan kedua orang tersebut ingin melakukan berbagai kekerasan yang sudah di secting secara perofesional sehingga pembagian tugas sudah di kerjakan dengan baik.

Pada malam hari tanggal 21 november 2020 Pukul 20.00 waktu setempat saya telah datang ke SPKT untuk melaporkan secara resmi kepada kepolisian Resort Palopo surat tanda terima laporan polisi nomor : STTLP/224/XI/YAN . 2.5 / 2020/ SPKT dugaan tindak pidana uu no 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 170 KUHPidana Subs Pasal 351ayat (1) KUH-Pidana yang di duga di lakukan oleh oknum pengacara dan oknum wartawan.

Dalam unjuk rasa ini Para Mahasiswa mendesak Polres Palopo dapat menegakkan keadilan terhadap kasus penganiayaan yang terjadi terhadap Pengacara Pedagang Sentral Palopo, Unjukrasa berlangsung damai dan tetap menggukan protokol kesehatan. (N.Naba)