Keluarga Terlapor Dugaan Pelecehan di Sukamaju Tidak Terima Keluarganya Dimassa Keluarga Korban.

0
110

Abbas: Korban sempat menelfon mertua saya untuk dilamar

MASAMBA–meraknusantara.com,-Keluarga terlapor dugaan pelecehan seorang gadis inisial H (20) warga Desa Tolangi, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tidak terima dengan penganiyaan terhadap Rahman (terlapor) yang dilakukan oleh keluarga korban.

Terlapor diketahui atas nama Rahman (20) merupakan warga Desa Tolada, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara diketahui selama ini bekerja di Koperasi Mandiri di lorong 2 Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.

Dilansir dari beberapa media online yang telah mengangkat berita tersebut, dituliskan pelaku saat itu meraba alat vital korban. Sehingga kejadian tersebut, korban melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat anti nyamuk cair merek Baygon dan dirawat di RS Hikma Sukamaju.

Mengetahui kejadian tersebut maka keluarga korban menjemput pelaku di tempat kerjanya yaitu di Kantor Koperasi Mandiri di Lorong 02 Desa Sukamaju Kecamatan Sukamaju. Keluarga membawa pelaku ke Desa Tolangi Kecamatan Sukamaju sambil dihakimi dengan cara dipukuli. Kemudian datang salah seorang warga Tolangi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukamaju.

Kapolsek Sukamaju, Ipda Aswar pun setelah menerima laporan warga tersebut, segerah menuju ke pertigaan Tolangi untuk mengamankan pelaku. ”Kita bawa ke Polsek untuk diamankan,” kata Aswar.

Keluarga korban sebanyak 50 orang mendatangi Polsek Sukamaju. Polisi lalu menjemput ibu kandung korban dan membuatkan laporan polisi dan membawa pelaku ke Polres. Korban sendiri melakukan percobaan bunuh diri karena merasa malu.

Pasca kejadian penganiayaan tersebut, Rahman yang sempat menelfon kepada keluarganya mengeluhkan rasa sakit pada bagian kepala, nyerih pada perut, bengkak dan memar pada mata sebelah kanan.

Rahman juga menyebutkan bahwa ia dengan korban selama ini berstatus pacaran.

“Saya dengan H sudah hampir sebulan pacaran,” sebut Abbas sambil menirukan percakapannya dengan Rahman

Kemudian kesaksian Rahman (20) selaku terlapor yang saat ini kasusnya telah dilimpahkan dari Polsek Sukamaju ke Polres Luwu Utara, mengaku kepada keluarganya bahwa saat itu ia bertamu ke rumah pacarnya inisial H (20) yang disebut sebagai korban pelecehan dalam peristiwa tersebut mengatakan bahwa ia bertamu ke pacarnya yang saat di rumah itu ada kedua orang tua korban. Tak lama kemudian ibu korban pamit ke Rahman untuk pergi ke pasar namun bapak korban saat itu masih ada di rumah dan posisinya berada di teras rumah.

“Saat saya mau pulang dari rumah pacar saya, saya juga masih sempat pamit ke bapak pacar saya dan dijawab iye oleh bapak pacar saya,” sebut Abbas sambil mencontohkan pembicaraannya dengan Rahman Kamis, 10 Desember 2020.

Disebutkan pula oleh Rahman kepada keluarganya saat dianiaya oleh keluarga korban, saat itu ia dijemput keluarga pacarnya sekitar pukul 20:00 Wita di tempat kerjanya di Kantor Koperasi Mandiri di lorong 2 Desa Sukamaju, Kecamatan Sukamaju, kemudian dibawa ke Desa Tolangi, Kecamatan Sukamaju sambil dihakimi dengan cara dipukuli.

“Saat itu saya dimassa puluhan orang, pertama saya dianiaya di dalam kantor, kemudian saya dianiayaa di depan kantor dan terakhir saya diarak sekitar 100 meter dari kantor kemudian kembali dianiaya. Saat dipukuli di dalam kantor dan di depan kantor, itu dilihat oleh teman kantor saya dan juga mereka sempat melerai namun, kalah jumlah, teman saya juga takut,” tambah Abbas sambil meniruhkan pengakuan Rahman.

Menurut keluarga terlapor, korban inisial H sempat menelfon ke orangtua Rahman untuk dipinang namun, orangtua Rahman saat itu belum bisa memenuhi permintaan tersebut dengan alasan kondisi ekonomi yang belum mampu untuk menikahkan anaknya.

“Jauh hari sebelum kejadian tersebut, korban sempat menelfon ke mertua perempuan saya dan meminta agar korban segerah dilamar oleh Rahman. Namun, karena alasan ekonomi, mertua saya belum mengiakan permintaan korban” sebut Abbas yang menirukan pengakuan mertuanya.(rj/ )