Gas LPG 3kg Mulai langka Di Parit Tiga, Masarakat Mulai mengeluh

0
198

Bangka Barat, meraknusantara.com – GAS LPG 3 Kg mengalami kelangkaan di lingkungan masyarakat, Kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, (01/12/2020)

Beberapa masarakat mengeluh sudah kesana kemari ini membeli Gas LPG 3 kg rela mengantri, dan berjalan jauh serta antrian panjang dibawah sengatan panas matahari, dan juga di masa pademi covid – 19, langkanya gas LPG 3 kg diduga maraknya pedagang – pedagang yang menggunakan gas Lpg 3 kg yang bertuliskan (hanya untuk masarakat miskin)

Salah satu nya kedai kopi yang merampas hak masyarakat miskin adalah kedai Seventy four, Poot Factori, yang mana pada selasa (01/12/2020) yang menurut keterangan dari masarakat yang ada di sekitar kedai saat itu melihat gas 3 kg masuk ke kedai, dan begitu juga keterangan karyawan kedai saat di wawancarai awak media, dengan jujur mengatakan kemarin bos nya membeli tabung gas LPG 3 kg sebanyak 6 tabung, yang bertuliskan (hanya untuk masarakat miskin) dari pangkalan, belum diketahui pangkalan tempat pemilik kedai membeli, gas 3 kg subsidi itu.

Rasa kecewa menyelimuti hati masarakat miskin ketika membeli GAS LPG 3 Kg dengan harga di atas HET di toko – toko, hal ini sangat disayangkan amanah dari pemerintah tidak dijalankan dengan jujur oleh oknum, pengusaha, kedadai dan kuliner lainnya maupun pangkalan.

Mirisnya lagi, ketika pangkalan GAS LPG kehabisan stok untuk konsumen/pemakai, tabung hijau GAS LPG 3 Kg untuk masyarakat miskin banyak tersedia di warung/toko dengan harga di atas HET, sungguh aneh barang subsidi dari pemerintah tersebut.

Hanya masyarakat miskin kerap membeli LPG 3 Kg dengan harga di atas HET, dari pada tidak bisa memasak untuk menghidangkan makanan bagi keluarga, dengan berat hati dan terpaksa rakyat miskin membeli sesuai ketentuan harga yang ditetapkan oleh pemilik warung/toko yang menjual LPG 3 KG.

Padahal pemerintah sudah membuat aturan tentang GAS LPG 3 Kg yang bertulisan “HANYA UNTUK MASYARAKAT MISKIN”, untuk titik akhir distribusi LPG 3 Kg adalah pangkalan mitra agen GAS LPG dan tidak diperbolehkan untuk dijual secara eceran di toko/warung, apalagi dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sangat jelas, undang-undang tentang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999 pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf a dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp. 2 miliar. Selain itu, dikenakan pula pasal 53 huruf c dan d juncto pasal 23 ayat 2 huruf dan d undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda paling banyak Rp 30 miliar.

Mengetahui hal tersebut awak media mengkonfirmasi pemilik kedai Seventy Four Widi, melalui pesan singkat WhatsApp, widi menjelaskan untuk keperluan dapur di kedai milik nya, ungkap widi selaku pemilik kedai, (RR)