Diduga SPANYOL (Separoh nyolong) Pembangunan Betonisasi di Sepatan Timur akan dilaporkan ke Kejaksaan

0
564

Kabupaten Tangerang, Meraknusantara.com– Pembangunan Infrastruktur jalan Betonisasi yang di biayai oleh APBD Kab.Tangerang TA Anggaran 2020, di Kampung Sangiang kecil Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan timur diduga“Separoh Nyolong” (Spanyol) karna tidak memenuhi standar spesifikasi ketebalan betonisasi sesuai aturan di dalam RAB, Rabu (9/12/2020).

Proyek pembangunan Betonisasi yang terletak di Kampung Sangiang kecil RT.003/004 Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan timur kab.tangerang yang di kerjakan oleh CV.Avisa Haura dengan ketebalan yang seharus 17cm hanya di kerjakan dengan ketebalan di atas rata rata 14 Cm sampai 15Cm “dituding” dikerjakan asal-asalan, padahal proyek betonisasi memakan anggaran yang cukup besar 192.172.000 juta rupiah. “Diduga” pembangunan betonisasi tersebut dijadikan ajang korupsi dengan mengurangi spesifikasi ketebalan beton.

Ditemui di lokasi oleh media awak media Meraknusantara.com Asnawi Suahemi pria bertubuh gempal yang biasa di sapa gawil selaku Sekjen LSM Geram Banten Indonesia DPC Kab.Tangerang mengatakan dari hasil monitoring dan pengamatan bersama team nya dilapangan pihaknya menemukan berbagai kecurangan dalam pekerjaan betonisasi tersebut salah satunya adalah ketebalan yang selajimnya itu 17CM ternyata hanya di kerjakan 14Cm sampai 15Cm saja.

Dari temuan tersebut Kami LSM Geram Banten Indonesia DPC Kab.Tangerang akan meminta Inspektorat mengaudit fisik kegiatan Betonisasi yang dituding tidak sesuai Spek dan kami juga akan membawa temuan kami ini kepada Badan Pemeriksa Keuangan Daerah BPKD Kab.tangerang serta mendorong, pihak kejaksaan Negeri tigaraksa segera turun dan berikan sangsi tegas terhadap oknum yang memanfaatkan uang negara untuk kepentingan kantong pribadi.

Sementara itu awak media meraknusantara.com mencoba menghubungi Kasi Ekbang kecamatan Sepatan timur Lewat Via telpon namun tidak menjawab nya.

Dan di waktu yang sama awak media meraknusantara.com mencoba untuk konfirmasi kepada pihak pengawas kecamatan beberapa kali via pesan chat namum tidak membalas pesan Wa hanya dilihat saja.

“Begitu pula para pekerja di lokasi proyek enggan memberikan keterangan.
Kami hanya pekerja yang mengerjakan sesuai arahan saja,” ujar salah seorang pekerja

(Nuryadi)