Diduga Kedai Seventy four Poor Factory Melakukan Pelanggaran, Gunakan Tabung Gas LPG 3 Kg Pada Usaha Kedai Di Parit Tiga

0
96

Bangka Barat, meraknusantara.com – Salah satu Kelangkaan Tabung GAS LPG 3 Kg dilingkungan masyarakat Kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Diduga dilakukan oleh salah satu pengusaha kedai Seventy four Poor Factory/12/2020)

Masyarakat mengeluh sudah kesana kemari ini membeli Gas LPG 3 kg bahkan rela mengantri, dan berjalan jauh serta antrian panjang dibawah sengatan panas matahari, dan juga di masa pademi covid – 19, langkanya gas LPG 3 kg diduga maraknya pedagang – pedagang yang menggunakan gas Lpg 3 kg yang bertuliskan ” hanya untuk masarakat miskin ”

 

Setelah dikomfirmasi salah satu pengusaha resto yang ada di kecamatan Parit tiga Kabupaten Bangka Barat ini melalui Via Whatshaap oleh awak media Meraknusantara.com, Dikatakannya hal ini ia tidak mengetahui jika tidak boleh menggunakan tabung Gas LPG pada suatu usaha Resto menengah keatas, hal ini ia lakukan sudah beberapa tahun ini dari awal resto ini dijalankan.

Hal ini dilakukan oleh pengusaha Resto Kedai Seventy four poor Factory, diketahui hal ini dari salah satu karyawan yang mengatakan kalau mereka mendapatkan jatah tabung Gas LPG Enam tabung Gas dari salah Satu pangkalan Gas LPG dikecamatan Parit Tiga ini juga.

” Maaf saya sebelumnya tidak tahu kalo tabung Gas LPG 3 kg tidak boleh digunakan dalam suatu usaha seperti kedai kami,dan kami hanya warung biasa – biasa saja bang, dan kami juga mengeluh dengan keadaan seperti ini bang, ” Pungkas Widi selaku pemilik usaha.

Hal ini merupakan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu resto dikecamatan Parit Tiga ini, dikarenakan sudah menyalahi aturan pemerintah yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk rakyat kecil / miskin, sedangkan hal ini dilakukan oleh sebuah pengusaha menengah keatas yang memiliki fasilitas yang lengkap.

Dalam hal ini agar Pemerintah setempat agar lebih memperhatikan rakyat kecil yang seharusnya diberikan kepada rakyat miskin bukan kepada pengusaha dan dalam hal ini juga pihak Pertamina Bangka Belitung agar dapat memberikan peringatan serta tegoran kepada pemilik pangkalan yang telah memberikan serta melakukan kesalahan didalam usaha pangkalannya. ( RR/red )