Beberapa Hal yang Sering Menyeret Notaris ke Pusaran Kasus by Arthur Noija SH

0
137

Jakarta, meraknusantara.com,- Gerai Hukum Art & Rekan berpendapat bahwa, dimata Hukum tidak ada profesi yang kebal hukum, sekalipun penyandang profesi itu berlabel penegak hukum. Hakim, advokat, jaksa, tetap bisa dijerat melakukan tindak pidana jika unsur-unsur pidananya terpenuhi.

Prinsip yang sama juga berlaku untuk notaris.
Memang selama ini notaris jarang menjadi pesakitan.
dibanding mereka yang dipanggil sebagai saksi atau menjadi pihak dalam suatu perkara.
Bukan berarti tak ada notaris yang pernah ditetapkan sebagai tersangka atau didakwa di hadapan pengadilan.

Hampir tidak ada notaris yang jadi tersangka.
Tetapi ada juga yang jadi tersangka, namun bukan karena ada niat jahat, karena terseret oleh pihak-pihak dalam perjanjian,

Tujuh hal yang berkaitan dengan produk notaris yang sering berujung ke kepolisian.

Akta dibuat dengan kondisi para pihak tidak berhadapan. Notaris membuat akta padahal ia tahu para pihak tidak saling berhadapan atau tidak ada di tempat.
Salah satu atau kedua pihak tidak hadir saat akta dibuat.
Pihak yang dirugikan biasanya melaporkan notaris.
Data identitas dari salah satu pihak dalam akta dianggap tidak benar, atau dianggap memberikan keterangan palsu.

Permasalahan ini, kerap dijadikan senjata oleh para pihak untuk memperkarakan sebuah Akta. Pengaduan ke pihak Kepolisian biasanya dilakukan setelah perjanjian antara kedua belah pihak tidak terselesaikan, atau ada yang ingkar janji.

Salah satu pihak berusaha mencari celah untuk mempidanakan dan memang faktanya ketemu. Sebenarnya tidak ada yang rugi, cuma memang terkadang ada alamat yang tidak benar.
Sehingga di sini perlunya minuta dan dokumen lainnya,

Data mengenai obyek yang diperjanjikan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Sehingga salah satu pihak dianggap memberikan keterangan palsu.

Notaris terseret selaku pihak yang membuat akta perjanjian.
data yang diberikan oleh salah satu atau kedua pihak tidak benar, sehingga akta notaris yang diterbitkan dianggap akta palsu.
Jerat yang biasa dipakai adalah memasukkan data palsu ke dalam akta otentik atau memalsukan dokumen.
ada dua akta yang beredar di para pihak, yang nomor dan tanggalnya sama tetapi isinya berbeda.
Sering terjadi, nomor, tanggal, dan judul sama, tetapi di akta yang satu cuma ada satu penghadap, dan akta satu lagi ada dua penghadap. Dua akta ini beredar, oleh pihak yang bersengketa ini dipermasalahkan. Kejadian seperti ini sering terjadi misalnya dalam perebutan saham.

Tanda tangan salah satu pihak yang ada dalam minuta dipalsukan.
Hal ini bisa terjadi karena pembuatan akta dikejar-kejar waktu, dan salah satu pihak tidak berada di tempat. Mungkin ada kesengajaan untuk memalsukan tanda tangan.
Penghadap menggunakan identitas orang lain.

Notaris belum tentu mengenal secara pribadi orang yang datang menghadap. Notaris tidak dalam posisi menelusuri jejak rekam seseorang, apalagi untuk sampai memastikan identitas dalam dokumen identitas resmi penghadap benar atau palsu.
Gerai Hukum Art & Rekan berpesan serta meminta agar para notaris berhati-hati menjalankan tugas.
Agar dalam pembuatan produk notaris agar benar-benar mempedomani prosedur yang ditentukan.
jika perlu membuat SOP untuk pedoman staf.

Berharap notaris meneliti secara saksama data, dokumen/surat yang digunakan sebagai persyaratan atau data penerbitan produk notaris. Bila perlu,memindahkan seluruh data sehingga lebih jelas.
Notaris perlu memastikan para pihak harus hadir berhadapan, dan sebelum akta ditandatangani notaris membacakan isinya kepada para pihak disertai penjelasan, dilakukan dokumentasi seperti mengambil foto, untuk memperkuat apabila ada komplain di kemudian hari.
Rekomendasi lain, tertib dalam pengelolaan dokumen.
Sekedar mengingatkan jangan sampai produk notaris yang belum jadi tetapi sudah diregister dan ditandatangani, bahkan sudah beredar kepada para pihak.

Majelis Kehormatan Notaris berkaitan penegakan hukum, tapi bukan untuk melindungi, hanya memberikan perlindungan martabat. Kebanyakan terkait profesionalitas (perkara).

Uji kompetensi bagi calon notaris menjadi salah satu kuncinya. Setelah lulus harusnya ada uji kompetensi. Sertifikat kompentensi bisa dijadikan syarat utuk bisa diangkat atau tidak sebagai notaris. (Arthur )