Warga Bangka Selatan Toboali Geruduk Kantor PT. TlMAH

0
122

Pangkalpinang, Meraknusantara.com – Kurang lebih 500 massa yang berasal dari Toboali Bangka Selatan geruduk kantor PT. Timah persero Tbk, meminta Direktur utama PT Timah Riza Pahlevi Tabrani mundur dari jabatannya, Rabu ( 11/11/2020 ).

Masa berkumpul didepan gerbang halaman Kantor PT. Timah Tbk Persero, sembari membuka aksi mereka dengan mereka dengan memutar lagu ” Tanah Airku Indonesia”.

Masyarakat Toboali Bangka Selatan meminta KIP dan PIP PT. Timah Enggan dari perairan laut Bangka Selatan, dikarenakan aktivitas KIP mengganggu mata pencaharian Meraka dalam mencari ikan.

Masyarakat menyatakan sikap Meraka didepan halaman kantor PT. Timah, jika Dirut PT. Timah tidak menanggapi kehadiran mereka, masyarakat akan melakukakan sikap anarkis nya terhadap KIP diperairan laut Bangka Selatan .

Dirut PT Timah tidak dapat hadir dihadapan para pengaksi demo, dikeranakan ada urusan tugas yang tidak bisa ditinggalkan, hal ini diwakilkan kepada GM PT. TIMAH A. Samhadi, dan diminta perwakilan dari masyarakat Bangka Selatan, untuk Audiensi secara tertutup didalam ruangan pertemuan.

” Wiwid selaku koordinator masyarakat dalam penyampaian aspirasi serta keinginan masyarakat Bangka Selatan, “Dengan keberadaan KIP inisudah jelas ilegal, kenapa saya bilang ilegal, karena tanpa melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak dan keberadaan KIP ini sudah melabrak beberapa undang – undang, yang pertama UU tentang Kapulauan no 27 tahun 2007, UU tentang dampak Lingkungan, UU no 32 tentang no 29 , UU tentang Minerba, UU no 4 tahun 2009 ,undang-undang Tata ruang dan UU kepemerintahan, dalam hal ini pihak PT.Timah sama sekali tidak melibatkan serta tidak ada konfirmasi kepada masyarakat yang terdampak, ” pungkas Wiwid.

Dihadirkan juga seorang yang sangat tertua didalam aksi demo ini, yang berprofesi juga sebagai nelayan yang tidak ada sama sekali terlibat serta menerima apapun itu bentuknya, baliau hanya merasakan gelisah dan tidak nyaman kehadiran KIP diperairan mereka, karena tidak bisa lagi menangkap serta menjaring ikan. (isk).