Proyek SPAL di Kampung Rawa Kopi Desa Gaga Pakuhaji Jadi Sorotan..!

0
218

Kabupaten Tangerang, Meraknusantara.com, Proyek pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah yang biasa disebut SPAL atau saluran irigasi di Kampung Rawa kopi RT 04 RW.06 Desa Gaga Kecamatan Pakuhaji menuai kritik dan pertanyaan dari sejumlah Lembaga, Rabu(18/11/2020).

Pasalnya, proyek tersebut tidak mencantumkan papan informasi atau papan proyek dimana di dalam papan tersebut menginformasikan dari mulai nilai anggaran, sumber anggaran, volume kegiatan, tahun anggaran, jadi jelas kalau masyarakat setempat dan Sejumlah Lembaga mempertanyakan hal itu.

Salah satu Aktivis pantura Heri Bhotak mengatakan bahwa dirinya melihat dan bertanya apakah pembangunan proyek SPAL atau saluran irigasi tersebut dananya bersumber dari APBN, APBD, Provinsi Banten, APBD Kabupaten atau Dana Desa,”Ucapnya.

“Kan semuanya menggunakan keuangan negara, jadi wajarlah kalau proyek tanpa papan nama disebut proyek siluman, dan diduga tidak sesuai Bestek dan terlihat jelas pengerjaan pun terlihat asal asalan,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Heri Bhotak meminta kepada Pihak terkait untuk segera menegur dan memasang plang papan nama kepada kegiatan proyek pembangunan di wilayah setempat.

“Harus terpasang, proyek SPAL, drainase, atau irigasi. Dalam hal ini publik atau masyarakat juga berhak tahu anggaran tersebut berasal dari mana, masa iya ini proyek Swadaya masyarakat,” Tegasnya.

Selain itu, Heri Bhotak menegaskan, akan pentingnya informasi pada suatu proyek atau kegiatan pemerintah.

“Selain memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, pelaksanaan proyek dan nilai Anggaran, Masyarakat juga dapat ikut berperan dalam bentuk pengawasan secara langsung pengerjaan proyek yang ada di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

Pantauan awak media Meraknusantara.com di lapangan, selain tidak menyertakan informasi kegiatan, bangunan SPAL atau Saluran Irigasi tersebut terkesan asal-asalan, hampir tidak menggunakan pondasi, dan adukan pasir dan semen pun pada tumpukan batunya asal tempel, dan Mengurangi ukuran ketebalannya.

Salah satu pekerja saat Dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan, Maaf kang ini proyek punya siapa ya dan pelaksananya siapa, waduh saya tidak tau kang,,,saya baru kerja ini,”cap salah satu tukang, Sabtu (14/11/020).

Setelah itu Awak media Meraknusantara.com mencoba konfirmasi kepada pihak Kecamatan Lewat Via Telpon mengatakan, akan kita cek dulu. “Segera akan saya cek dulu ke lapangan,” Harap Sabar Kang Saya Lagi Banyak Kerjaan Sabar dulu saya beneran sibuk jasa kang.. ,” Ucapnya

(Nuryadi)