Program Padat Karya Membantu Perekonomian Masyarakat Di Masa Pandemi, Covid 19

0
162

Bangka Tengah, meraknusantara.com – Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) merupakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tahun 2020, Di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, (29/11/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu lokasi yang ditunjuk oleh BPDASHL Baturusa Cerucuk untuk melaksanakan Penanaman Mangrove seluas 25 Hektar bersama kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mercusuar Tanjung Pura.

Pelaksanaan penanaman  mangrove dimulai dengan penyiapan bibit bakau sejak awal bulan September 2020, begitu juga dengan patok,  ajir, pelindung tanaman serta sewa perahu secara keseluruhan disediakan oleh Pokdarwis Mercusuar dan masyarakat Desa Tanjung Pura.

Sa at ini  sudah tertanam sebanyak 82.500 batang bibit bakau dengan kondisi siap tanam yaitu bibit yg sudah berdaun 4-6 helai.
Saat ini Pokdarwis Mercusuar sedang melakukan penyelesaian pekerjaan dengan pemasangan pelindung tanaman yang dimaksudkan untuk melindungi tanaman dari bahaya ombak besar saat musim angin barat.

Menurut Kepala Seksi RHL BPDASHL Baturusa Cerucuk Arif Sudarmanto, “kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokdarwis Mercusuar sudah sesuai dengan rancangan teknis dan tata waktu penyelesaian pekerjaan, Dan dari hasil pelaksanaan penanaman mangrove ini nanti diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat pada saat Pandemi Covid-19 ini”.

“Selain itu juga dengan adanya penanaman mangrove ini tentunya akan meningkatkan keuntungan secara ekologis secara jangka panjang dimana selain dapat mengurangi abrasi pantai dan bahaya tsunami fungsi mangrove juga merupakan tempat untuk pemijahan ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya yg akan menguntungkan bagi para nelayan”,

Kepala Balai PDASHL Baturusa Curucuk ir.Tersiyanto, MP menyampaikan “Program   Padat Karya Penanaman Mangrove betul-betul membantu pemulihan perekonomian masyarakat di masa Pandemi ini” ucapnya saat berdiskusi langsung dengan masyarakat petani di Desa Tanjung Pura.

“Hutan mangrove menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir yang dalam masa pandemi ini sangat merasakan dampak yang paling signifikan dari segi perekonomian. Oleh karena itu, melalui Program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat disekitar ekosistem mangrowe”, tuturnya.

“Sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nadional, melalui pemberian kesempatan berusaha dan melakukan aktivitas yang dapat menarik geliat ekonomi masyarakat sekitar ekositem mangrove”, ungkap ir,Tersiyanto, (RR)