Pembangunan SDN Kiarapayung Ditanah Sengketa Dianggap Rugikan Ahli Waris

0
224

Tangerang, meraknusantara.com,- Pembangunan lanjutan Gedung Sekolah SDN Kiarapayung dilahan sengketa menuai kritikan dari pihak ahli waris, karena dianggap sangat merugikan karena masih dalam proses banding.
Ikhwal terjadinya sengketa berawal dari hak kepemilikan Tanah SDN  Kiara payung Desa Kiara payung RT 003 /RW 003 / Desa kiarapayung Kec Pakuhaji Kab.Tangerang.telah melalui proses persidangan yang panjang di pengadilanNegeri Tangerang dengan nomor 11.03/Pdt G /2019/PN.tangerang.

akhirnya pada proses persidangan yang panjang .PN.TNG.telah memutuskan kan dalam amar putusan diantara salah satunya .tanah milik alm Miing.bin rasundyah sebagian adalah  hak milik para ahli waris..Atas adanya Putusan Tersebut pihak Pemda melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Serang.

Putusan PN .Tangerangmenyatakan selama adanya upaya hukum banding maka para pihak  yang bersengketa diminta untuk saling menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan tidak  Memanfaatkan dan/ atau memakai lahan sengketa untuk kepentingan apapun .

Pihak para ahli waris tetap beritikad baik untuk menghormati hukum dengan tidak melakun Tindakan atau perbuatan apapun terhadap obyek senagketa , seharusnya hal yang sama juga harus dilakukan oleh pihak Pemda.

Namun dengan  berjalanya waktu tanpa komfirmasi atau sepengetahuan dari pihak ahli waris pihak Pemda telah memanfaatkan objek sengketa tersebut dengan membangun gedung Sekolah yang di Renovasi melalui anggaran .APBD..sebesar .Rp .1, 274, 916, 000, dan pembangun telah berjalan ,70±% selama 2.bulan.
Atas hal tersebut para ahli waris merasa apa yang dilakukan oleh Pemda telah merugikan baik materil maupun imateril , hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar apakah Pemda yang notannya mengetahui dan sangat memahami aturan Hukum yang berlaku dengan beraninya melanggar aturan Hukum tersebut .
Mengingat perbuatan tersebut sangat merugikan Ahli waris maka para ahli Miing bin Rasiun melalui kuasa hukumnya telah melayangkan surat pengaduan kepada ketua .DPRD.kab Tangerang atas permasalahan yang terjadi sampai saat ini kami atas nama ahli waris sedang menunggu surat undangan untuk rapat dengan pendapat dari ketua DRRD. Kab.Tangerang .kesimpulan atas permasalahan tersebut para ahli waris yang nota bennya masyarakat .kab Tangerang..hanya meminta .ganti kerugiaan kepada pihak Pemda sesuai amar putusan Pengadilan Negri Tangerang ( Mawi )