Ketua Laskar Merah Putih katakan Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Girimaya Abaikan K3 Dan Prokes Covid – 19

0
266

Pangkalpinang, Meraknusantara.com – Salah satu pekerjaan pembangunan pusat pelayanan kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) Girimaya yang dibangun tepatnya dijalan Basuki Rahmad Kelurahan Sriwijaya kecamatan Girimaya Kecamatan kota Pangkalpinang, terpantau oleh awak media beserta Ormas Laskar Merah Putih Kota Pangkalpinang abaikan K3 dan Protokol kesehatan covid – 19, Selasa ( 24/11/2020 ).

Saat ditemui oleh awak media beserta Ormas Laskar Merah Putih dan mempertanyakan pekerjaan tersebut tentang pengawasan serta Himbauan covid – 19 sesuai peraturan perwako yang didasari dari rancangan peraturan Gubernur ( Rapergub ), tentang penaganan sanksibagi pelanggar pelaksanaan protokol PPan penangan covid 19 Di kepulauan Bangka Belitung sesuai dengan Undang – undang RI no 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Saat ditanyai kepada kepala pekerja yangbtidak diketahui namanya sebut saja ( Red ), pembangunan tersebut terkait K3 tentang himbauan covid – 19, ia mengatakan , “kami tidak bisa menggunakan masker, karena susah bernapas dan pusing, dan terkait K3 sebelumnya pernah ada yang pakai helm dan rompi, tapi sampai saat ini tidak lagi digunakan dengan dasar pusing, ” Pungkasnya.

Jelas pelanggaran prokes dan tentang keselamatan kerja ( K3 ) yang dilakukan oleh para pekerja pembangunan Puskesmas Girimaya kota kota Pangkalpinang.

Maulana selaku ketua Laskar Merah Putih Kota Pangkalpinang mangatakan, “bobrok nya praturan yang diterapkan pemerintah setempat tentang covid 19, Sampai sekarang masih tidak berlaku
Seakan – akan pihak pemerintah kota memberi contoh yang tidak benar dan tidak tegas, Salah satu contoh adanya
Pembangunan Pukesmas Grimaya tidak sama sekali menggunakan praturan covid – 19 yang telah diterapkan oleh pemerintah kota Pangkalpinang berarti adanya pembangunan puskesmas tersebut diduga seakan melecehkan pemerintah kota.

Ditambah Lagi saya tidak Lihat pengawasan dari pihak mana pun, Dan saya tidak melihat juga tenaga Ahlinya pada pekerjaan tersebut,
Takutnya nanti pekerjaan tersebut diduga Asal – asalan dan kami dari ormas laskar merah putih meminta kepada pemerintah untuk lebih tegas lagi dalam pengawasan dan kami minta hadirkan tenaga Ahlinya, Kami tidak mau pembangunan pukesmas ini terkesan Asal jadi, ” Tegas Maulana.

Pekerjaan pembangunan ini dikerjakan oleh CV. Afizt Konsultan dengan nilai Pagu dana sebesar RP. 5.381.500.000 dengan masa waktu pengerjaan 150 hari dan masa kerja dimulai dari tanggal 20 Juli .

Sumber dana yang dikucurkan dari ABPD- DAK 2020 dan PT. Angkasa Mulia Jaya selaku pelaksana lapangan. ( RED ).