Gold Art of Medieval Java

0
112
Meraknusantara.com,-Mengupas kembali kekayaan Nusantara dimasa kerajaan.
Tercatat dalam sejarah ketika British menyerbu ke Jawa kira-kira pada tahun 1812, Bala tentara Inggris melakukan penjarahan yang luar biasa atas keraton trah Mataram di Yogyakarta. Bahkan di era modern ini, keturunan dari kesultanan Yogyakarta mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris dengan nilai sebesar 57,000 troy ons emas! Kira-kira seperempat dari jumlah emas yang ditambang sepanjang sejarah peradaban manusia yang cuma kira-kira 190,000 troy ons emas. Peristiwa perang sepoy atau geger sepehi di Jawa memang adalah salah satu peristiwa penjarahan besar-besaran yang menggambarkan kekayaan sejarah kita di masa lalu.
Dikatakan bahwa Raffles sendiri menjarah dengan nilai sekitar 200,000 – 1,200,000 dollar Spanyol. Kolonel Rollo Gillespie, seorang Panglima Tentara Inggris di Jawa, menjarah 800.000 dolar Spanyol. Sebesar 74.000 dolar Spanyol (sekitar 27 miliar rupiah untuk kurs kini) untuk dirinya sendiri, sisanya dibagi-bagikan ke perwira lain di bawahnya. Sebagian lagi, sebesar 7.000 dolar Spanyol (sekitar 2,5 miliar rupiah untuk kurs kini) dibagikan kepada legiun Pangeran Prangwedana dari Mangkunagaran. Pustaka naskah itu tidak kembali ke Jawa—setidaknya hingga hari ini. Menurut pemerian Carey, sekitar 55 naskah Jawa milik Raffles, sebagian besar diserahkan kepada Royal Asiatic Society pada 1830. Koleksi naskah jarahan Raffles bukanlah yang terbanyak. Kolonel Colin Mackenzie memiliki 66 naskah Jawa milik Keraton Yogyakarta. Sementara, sekitar 45 naskah Jawa koleksi John Crawfurd, seorang Residen Yogyakarta, sebagian besar dijual kepada British Museum pada 1842.
Di luar segala kontroversi mengenai jumlah nominal jarahan yang diangkut Inggris, sekarang mari kita nikmati berbagai artefak kesenian emas dari abad pertengahan Jawa yang kini sebagian besar menjadi koleksi museum2 di luar negri, para kolektor, dan pedagang barang antik.
Pada Saat Penyerangan Jepang ke Jawa, 1942, Belanda masih membawa kabur ratusan ton emas batangan milik bangsa kita. (red)