PT. Berkah Angksa Perkasa (BAP) Kembali Meresahkan Masarakat.

0
91

Bangka Barat, Meraknusantara.com – Hal Tersebut di katan PJ Kepala Desa Bakit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Rusli meminta pemilik PT BAP (Berkah Angkasa Perkasa) menghentikan aktivitas pembangunan lahan tambak udang sebelum terselesainya akad jual beli lahan.

PJ Rusli menjelaskan terdapat dua masalah yang belum kelar pertama tanah yang digarap PT BAP terdapat selisih ukuran sehingga pemilik tanah tidak melepas hak atas tanahnya. Selain itu, ada juga tanah warga lainnya yang sudah terukur dan digarap, namun hingga kini belum dilakukan pembayaran.

Oleh karena itu, kata Rusli atas nama masyarakat dirinya meminta pemilik PT BAP dapat menghentikan segala aktivitas pembukaan lahan.

Apabila masih membandel, maka akan kami laporkan ke pihak berwenang,” tandas Rusli didampingi Ketua RT 01, Iman, H. Izhar selaku mantan kades, Sofian Bambang pemilik lahan, Saiful tokoh masyarakat setempat, beserta Badri tokoh pemuda Desa Bakit, di Desa Bakit, Sabtu (04/10/2020)

Lokasinya (PT BAP) di pinggir rumah warga, dan berjarak 200 meter dari sekolah, sangat berdampak bau dan terlebih seandainya mati lampu, suara genset yang dihidupkan mengganggu anak-anak belajar, juga di kantor desa yang berjarak 300 meter. Intinya, mengganggu sarana umum, sekolah terpadu, SD dan SMP, di samping TPA dan PAUD,” jelasnya.

Karena tidak juga mendapatkan respon positif dari pemilik PT BAP,
Rusli berniat melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Dikpora serta instansi yang berwenang.

Masalah limbah sekitar 4 bulan yang lalu sudah kita sampaikan langsung dengan mendatangi tempat bu Sheli (Pemilik PT BAP), kita sampaikan keluhan masyarakat terkait bau limbah tersebut, jadi solusinya waktu itu didata masyarakat yang terdampak, kita juga sampaikan hasil pertemuan nelayan karena PT BAP menimbun dinding pagar untuk jalan keluar masuk kapal nelayan, dia berjanji memberikan kompensasi alat tangkap, tapi sampai sekarang semua aspirasi yang dijanjikan tidak dipenuhi,” Pungkas Rusli.

Sikap desa, kita mau melapor bersama komite sekolah ke dinas dikpora serta pihak terkait mengenai masalah bau limbah tersebut,” pungkasnya.

Awak media Megkonfirmasi Ibu Shelly pemilik PT BAP, melalui Pesan WhatsApp terkai terkait permasalahan yang meresahkan masarakat Desa Bakit, Ibu Shelly mengatakan, (ini kita baru perataan tanah/lahan, dan pembersihan lahan dan ijin juga sudah masuk PTSP), terkait lahan yang masuk sepadan pantai ibu Shelly menegas kan udah ada izin, (Sudah , yang sisanya lagi urus ke kementrian), terkait masalah masarakat yg resah dan mengganggu lingkungan sekolah dan aktivitas lain nya, ibu Shelly pun menegaskan, (Maaf ya tidak ada masyarakat yg resah pak) terkait kata-kata Pj kades Desa Bakit, itu mengada-ngada,pungkas bu shelly. (RIZAL RAHIF)