Majelis Hakim Diminta Objektif Dalam Menyidangkan Perkara PMH PT Indotruck Dan Tommy Tuasihan

0
88

Jakarta,meraknusantara.com –Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Indotruck Utama dan Tommy Tuasihan kembali dibuka di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 1/10/20.dengan agenda keterangan saksi Ahli Perdata, Mantan Hakim Agung Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH.

Dalam gugatan PMH PT Indotruck dan Tommy Tuasihan, Saat menjadi saksi Ahli, Mantan Hakim Agung Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH, menjelaskan “Perbuatan melawan hukum adalah perbuatan yang melanggar Hak dan kewajiban seseorang yang mengakibatkan suatu kerugian.

Akibat yang terjadi pada Perbuatan Melawan Hukum, Saksi Ahli Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH, mengatakan, wajib adanya gantirugi, Bagaimana caranya? Atja Sondjaja mengatakan, harus melalui pengajuan gugatan PMH ke pengadilan.

Suatu perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian maka tidak bisa di katakan Perbuatan Melawan Hukum, Pengertian dalam PMH saksi Ahli menjelaskan, suatu peraturan yang melanggar undang undang dan perjanjian sehingga dapat menimbulkan kerugian.

Mantan Hakim Agung Dr.H Atja SonDjaja SH,MH, menjadi saksi dalam sidang perkara PMH di pengadilan negeri Jakarta utara

Kepada saksi Ahli, Kuasa hukum PT Indotruck menanyakan, Apa itu Sobrogasi.?

Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH menjawab. “Subrogasi diatur dalam Pasal 1400 dan pasal 141 KUHPerdata, Atja SonDjaja yang akrab di panggil ayah menjelaskan, Dalam pasal 1400 dan pasal 141KUHPerdata, Subrogasi adalah penggantian hak oleh seorang pihak ketiga yang membayar hutang, Subrogasi dapat terjadi baik melalui perjanjian maupun di tentukan oleh undang-undang. Subrogasi harus dinyatakan secara tegas karena subrogasi berbeda dengan pembebasan utang. Tujuan pihak ketiga melakukan pembayaran adalah untuk menggantikan kedudukan bukan membebaskan dari kewajiban. “ujar Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH.

Apakah Surat Pengakuan Hutang (SPH) bisa dikatakan Sobrogasi?, Ahli menjawab, Tidak bisa di katakan Sobrogasi, karena SPH adalah suatu pengakuaun hutang, dan Subrogasi hanya terdapat didalam hutang piutang namun harus ada perjanjiannya.

Kuasa hukum tomy juga bertanya kepada saksi Ahli Prof.Dr.H Atja SonDjaja SH,MH, Apakah berbedaan antara Subrogasi dan casie? Prof.Dr.H Atja SonDjaja menjawab. Sobrogasi adalah pembayaran hutang harus sama nilai hutangnya. sementara Casie adalah suatu penjualan piutang namun harus dibuatkan perjanjan meskipun harganya penjualannya berbeda, Casie diatur pasal 613 (juridische levering ).

Aris Toti SH (kanan) Jan Untung SH dan Difing Safni tim kuasa hukum pemohon PMH

Perkara bermula ketika Perbuatan Melawan Hukum yang diduga dilakukan oleh PT Indotruck terhadap Alfin dimana PT Indotruck secara tanpa Hak telah menyerahkan 2 lembar Giro atas nama Alfin kepada Tommy Tuasihan tanpa persetujuan Alfin (pemilik giro).Giro dengan No EB 211206 tertanggal 17 Desember 2017 dan Giro.No EB 211207 tertanggal 17 januari 2018. Masing-masing Giro tersebut senilai Rp.500.000.000,-

Sebelum mengajukan gugatan PMH, PT Indotruck sudah di somasi oleh Penggugat, Namun Penggugat tidak pernah mendapatkan etikat baik dari tergugat.

Saat dikonfirmasi wartawan usia persidangan, Diving Safni SH, kuasa Hukum penggugat mengatakan, “Saya berharap dan meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara PMH dengan nomer perkara 144/Pdt.G/2020/PN Jkt.utr.dengan ketua Majelis Hakim Tumpanuli Marbun yang dampingi majelis anggota Tiares Sirait dan Budiarto.Diminta agar objektif dalam menyidangkan perkara ini. “Ujar Diving Safni SH.

Hingga berita ini diturunkan kuasa hukum PT Indotruck Utama dan Tommy Tuasihan belum dapat dikonfirmasi.

(Mat)