BURUNG PEKING / EMPRIT DIPERCAYA DAPAT BUANG SIAL

0
102

Meraknusantara.com,- Burung kecil yang sering kita temui dijajakan dipinggir jalan dipinggiran kota atau juga sering kita temui di persawahan yang bahkan dianggap hama oleh para petani ini ternyata dipercaya sebagian masyarakat dapat menjadi sarana pembuang sial atau apes, hal ini dipercaya oleh sebagian warga etnis keturunan Thiong hoa. Dalam acara acara tertentu dalam budaya thiong hoa mereka sengaja membeli burung peking dan selanjutnya dilepaskan kembali,, hal ini diyakini dapat membebaskan manusia dari hal-hal yang buruk yang ada pada diri manusia.

“Kami melepaskan jiwa-jiwa yang terkekang supaya mendapat kebebasan dan kehidupan yang baru, ini hanya perlambang saja agar kita mencintai sesama mahluk, dan kami percaya jiwa-jiwa yang telah kami bebaskan ini dapat membawa kita pada kebersihan jiwa dan saling sayang menyayangi” kata En Cun seorang warga keturunan thionghoa kepada wartawan Meraknusantara.com
En Cun baru saja melepaskan 10 ekor burung peking yang dibelinya dari seorang pedagang dipinggir jalan sekitar muara angke, dia tampak puas burung-burung yang dilepaskanya semuanya terbang bebas .
“Saya puas semua burung dapat terbang semua ,terkadang ada juga yang tak mau terbang bila ini terjadi kami yakin akan ada halangan dalam usaha kami dan bila terbang semua tentunya usaha kami akan berjalan lancar” ucap En Cun sambil kembali memasuki mobilnya.
Mislan seorang pedagang burung mengatakan dirinya dapat menjual antara 50 sampai 70 ekor perhari semua tergantung pada musim bila musim perayaan Imlek dia mengaku dapat menjual 200 ekor setiap harinya, “Saya jual kalau hari biasa 3000 rupiah per ekor tapi kalau lagi Imlek dapat dijual 5000 per ekor”ucap mislan menjelaskan penghasilanya. Terlepas dari cara mereka mencari nafkah dengan berdagang burung terkadang kita lupa bahwa dengan banyaknya burung-burung yang ditangkap untuk dipelihara dan bahkan menjadi santapan yang lezat, hal ini dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem kita dapat berubah, burung yang seharusnya memakan ulat dan serangga akhirnya tidak ada lagi, yang membuat hama ulat dan belalang bertambah banyak.
Kepercayaan yang bersifat mistik bahkan tahayul merupakan fenomena kehidupan yang sudah lama ada di negeri kita ,perpaduan etnis suku bangsa dan kebudayaan serta berbagai agama dan kepercayaan menjadikan negara ini kaya akan adat dan istiadat, anda mempercayainya atau tidak semua kembali kepada anda (hr)