Belasan Perwakilan Masyarakat Geruduk Kantor Desa Cupat, Mempertanyakan Dana Sumbangan Pihak Ketiga KIP.

0
1956

Bangka Barat, Meraknusantara.com – Masarakat Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, kurang lebih 20 Warga yang datang kekantor Desa cupat, yang mempertanyakan soal dana (KIP), Yang infonya dibagi-bagikan kesemua jajaran perangkat Desa, harus dikembalikan, karna itu uang masarakat, harus digunakan untuk kepentingan bersama-sama, bukan dibagi-bagikan. dengan alasan perangkat Desa meminjamkan, karna belum gajian, Jum’at (16/10/20).

Sedangkan sumber dana yang di pertanyakan warga, adalah uang sumbangan pihak ketiga (SPK) dari Kapal isap (KIP) dan uang Fi yang Rp1500 (seribu lima ratus Rupiah per kg, dari setiap hasil kapal isap yg beroprasi, diwilayah perairan Desa Cupat.

Menurut Keterangan Harigunawan toko pemuda Desa cupat, ada dana dari kapal isap, Sumbangan pihak ketiga (SPK) yang di bagikan kepada perangkat desa, sedangkan menurut masarakat dana Konfinsasi itu tidak boleh dibagi-bagikan, apalagi hanya untuk prangkat Desa,

Sementara RT 12 MARSAN, membantah klw dia meminjam dana didesa, dia tidak pernah meminjam uang, tapi kadus datang kerumah dan memberikan uang Rp300000 (Tiga ratus ribu rupiah) dengan penjelasan ini ada rejeki/uang rejeki, tapi saya tidak tau itu uang dari mana, setelah perwakilan masarakat mempertanyakan uang sumbangan pihak ketiga, baru di jelaskan kalau uang itu minjam, atau uang pinjaman dari desa, ujar marsan.

Begitu juga dengan Ketua RT 03 diapun tidak tahu menahu, kalau dana itu pinjam, karna saya secara pribadi tidak pernah merasa mengajukan pinjaman, kalau dikasih uang Rp300000 (Tiga ratus ribu rupiah) memang ada, dengan penjelasan uang rejeki, bukan minjam. atau meminjam.

Beberapa masarakat mempertanyakan uang yang dibagi-bagikan kepada semua parangkat Desa, kalau perangkat desa bebas membagi-bagikan dana sumbangan pihak ketiga. sedangkan kita masarakat, dapat apa, Harapan masarakat dana yang sudah dibagikan kepada perangkat Desa, harus dikebalikan, jika tidak ada pertanggung jawapannya, maka perkara ini akan kita bawa kerana hukum,

Untuk selanjutnya masarakat meminta agar setiap ada kapal isap masuk di wilayah desa cupat, harus dirapatkan dulu dan undang masarakat biar transparan, dan Desa tidak beleh meminjamkan dana diam-diam apalagi dana sumbangan pihak ketiga, sedangkan dana yang dipinjamankan berpariasi, tergantung jabatan didesa. seperti yang di jelaskan masarakat disaat awak media meliput, RT menerima Rp300000, sedangkan BPD Rp3000000, PjS kepala desapun mengaku dia juga mminjam dana, tapi nominalnya tidak di sebutkan.

Sedangkan di sisilain
Perwakilan masarakat meminta agar BPD kembali ke pungsi awal Badan pengawas Desa, jangan ikut bermain. Sedangkan dana (SPK) ari (KIP) itu di transper ke 2 Rek sebagian masuk ke rek BPD Dan sebagian masuk ke Rek Desa Cupat,

Sedangkan PJS kepala desa cupat (kades) menjelaskan kalau uang yang dipinjamkan, kepada perangkat Desa akan dikembalikan termasuk saya juga pinjam ujar PJ kades cupat sapendi, PJS (Kades) beruhung hari ini belum ada titik trang atas segala permasalahan ini PJS kades dan ketua BPD Udin mengatakan hari ini kita tutup dulu, dan nanti minggu depan kita rapatkan lagi, pungkas ketua BPD Udin, dan Sapendi PJS Kades Desa Cupat, Berita ini diterbitkan hanya sebagai informasi untuk berita rapat selanjut nya. (RR)