Dukung Jakarta PSBB Lagi, Aktivis Muda Ini Sebut Keputusan Anies Sudah Tepat

0
92

Jakarta, meraknusantara.com,- Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020) mendatang, sebagai “rem darurat” terkait penanggulangan pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat.

“Keputusan Pak Anies sudah tepat dalam menyikapi melonjaknya kasus Covid-19 di Jakarta, tentunya apapun keputusannya ada konsekuensi yang harus ditanggung, tapi menurut saya ini sudah tepat untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran virus Covid-19,” ujar Darsuli, aktivis muda, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Darsuli, setiap keputusan memiliki konsekuensi tersendiri, pro dan kontra terkait penerapan kembali PSBB di ibu kota adalah hal yang wajar.

“Antara yang setuju dan tidak soal keputusan Pak Anies tentunya masing-masing memiliki alasan, semuanya patut kita hargai. Tapi, perlu diketahui Pak Presiden Jokowi menyatakan bahwa kesehatan adalah hal utama dalam menyikapi pandemi, setelah itu baru ekonomi, dan PSBB Total di DKI adalah langkah prioritas dalam kesehatan,” papar Darsuli, yang juga Ketua Umum Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia (BIIPKPPRI).

Bicara ekonomi, sambung Darsuli, tentunya tak dapat dipungkiri semua kalangan terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Kita sudah diberikan kelonggaran untuk kembali beraktivitas agar roda ekonomi tetap bergerak di tengah pandemi, adaptasi kebiasaan baru atau PSBB transisi di Jakarta, namun ternyata sebagian masyarakat masih bandel mengabaikan protokol kesehatan, itu harus kita akui,” kata pria yang sedang menempuh studi Magister Hukum di salah satu Perguruan Tinggi ternama.

Ia menilai berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta selama ini, belum mendapatkan tanggapan serius dari warga untuk mematuhinya.

“Suka tidak suka, ya kita harus menerima PSBB Total diberlakukan kembali, karena sebagian dari kita masih banyak yang abai, cuek, contohnya dalam penggunaan masker dan berkerumun, disiplin masih rendah. Jika sekarang tidak terima karena faktor ekonomi, disiplin dong patuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” sambung Darsuli.

Ia mengatakan, apabila warga Jakarta serius menanggapi imbauan tentang protokoler kesehatan dapat dipastikan Jakarta tidak usah menerapkan PSBB lagi.

“Tapi inilah kenyataan yang mau tidak mau demi menyelamatkan warga Jakarta, PSBB harus kembali diterapkan,” tandas Darsuli

Sebaiknya, lanjut Darsuli, semua harus turut menyukseskan penerapan kembali PSBB ini dengan mengajak seluruh anggotanya yang menjadi garda terdepan peningkatan kualitas kedisplinan di lingkungan masyarakat, bukan saling menyalahkan satu sama lain.

“Mari kita bergerak bersama, patuhi protokol kesehatan dimulai dari diri kita sendiri, kemudian saling mengingatkan jika ada yang tidak disiplin. Jika masih bandel ya harus menerima konsekuensinya sesuai aturan yang berlaku, denda atau sanksi sosial,” ajaknya.

Masih menurut Darsuli, gotong royong dan disiplin adalah modal utama saat ini untuk meminimalisir pandemi.

“Kita mulai saling membantu tetangga, lingkungan kita untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok selain bansos dari pemerintah selama PSBB, insya Allah kita dapat terbebas dari pandemi Covid-19,” pungkasnya optimis. (red)