Dewan Pers Independen ( DPI ) Berikan Sertifikat Kepada Media Terdaftar

0
135

Jakarta – meraknusantara.com,– Maraknya permasalahan kriminalisasi yang menimpa insan pers yang mayoritas dari media cetak dan online, Dewan pers independen mulai bekerja sesuai fungsinya melakukan perlindungan atas kebebasan pers,

Salah satu supaya Dewan pers independen dan pengrekrutan perusahaan media agar terdaftar di Dewan pers independen pada Senin (28/9/2020).

Ketua pengawasan Dewan pers independen (DPI) Agus Salim tanjung so,si menyatakan “bahwa langkah yang tepat saat ini adalah melakukan pendataan dan membuka pendaftaran bagi pemilik media cetak, online dan tv agar terdaftar di Dewan pers independen (DPI).

Agus ST juga menyampaikan “bahwa tindakan kriminalisasi terhadap media kecil yang notabene UMKM, harus segera dihentikan. Hal ini akan mengancam demokrasi serta kebebasan pers.

Dirinya juga menegaskan salah satu pilar demokrasi. Berkembangnya demokrasi suatu bangsa, ada peran strategis pers di dalamnya yang bekerja sebagai menyampaikan pesan luas bagi publik, dan mempertinggi kebudayaan berdemokrasi serta menjadikan pola berpikir kritis yang sehat.

Sementara ketua presidium Dewan pers independen (DPI) kasih hati yang juga ketua presidium forum pers independen Indonesia (FPII) menambahkan, “kebebasan pers dilindungi undang-undang 40. Tahun 99, hentikan kriminalisasi terhadap insan pers dan media media kecil yang notabene UMKM kecil, karena dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran yang ada.

Lanjut kasih hati,apabila pihak yang keberatan atas isi suatu karya jurnalistik,bisa menempuh mekanisme berjenjang, dengan membuat hak jawab, hak koreksi,atau melaporkanya ke Dewan pers independen (DPI) yang berhak menilai suatu karya jurnalistik, karya jurnalistik beda dengan produk medsos itu yang harus dipahami, “tutur kasih hati.(Iskandar)

( sumber FPII ).