Abaikan Somasi PT Indotruck Utama Digugat Wanprestasi

0
117

Jakarta,meraknusantara.comDisinyalir cedrai Perjanjian Jual Beli (PJB) Perusahaan ternama dibidang penyediaan alat berat Excavator digugat Wanprestasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara oleh Costumer (Arwan Koty).

Melalui kuasa hukum Jan Untung Situmorang SH, Diving Sapni SH, Gregorius Seran Taek SH, dan Aris Siahaan SH dari kantor Hukum AGD & PARTNER. Arwan Koty telah mengajukan gugatan Wanprestasi terhadap PT Indotruck dengan perkara No.181/Pdt.G/2020/PN Jkt Utr, atas kerugian yang dialaminya terkait perjanjian pembelian unit Exavator merk Volvo.

Dalam surat gugatan AGD & PARTNER, PT Indotruck dituding telah mencederai Perjanjian Jual Beli alat berat Excavator yang telah di bayar lunas oleh Klienya (Arwan Koty) sebagaimana yang telah disepakati oleh kedua belah pihak serta dituangkan dalam Surat Perjanjian Jual Beli antara penggugat dan tergugat.

Dalam perkara a quo, antara penggugat dan tergugat telah sepakat menanda tangani Perjanjian Jual Beli 1 unit Crawier Excavator Volvo EC 210D sebagaimana tertuang dalam perjanjian nomor 157/PJB/ITU/JKT/ vu /2017 tertanggal 27 jull 2017, dimana dalam perjanjian disebutkan, jual beli adalah suatu persetujuan kedua belah pihak yang mengikat.

Ahli Hukum Perdata Henny Wijayanti SH,MH saat menjadi saksi perkara Wanprestasi di PN Jak-Ut

Atas dasar PJB penggugat sepakat dan setuju untuk membeli 1 unit Excavator Volvo EC 210D darl tergugat seharga Rp.1.265.000.000, (satu mltyar dua ratus enam puluh lima juta rupiah), yang dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli.

Dalam perjanjian jual beli telah mengatur terkait tempat penyerahan barang. yang mana mengacu pada Pasal 4 Ayat 1 Bahwa tergugat berkewajiban untuk menyerahkan 1 unit Excavator Volvo EC 210D di Yard PT. Indotruck dengan penanda tanganan Berita Acara Serah Terima barang oleh para pihak yaitu Arwan Koty dan pihak PT Indotruck Utama.

Saksi Ahli Perdata Heny Wijayanti SH,MH juga mengatakan, perjanjian jual beli yang dibuat kedua belah pihak telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu adanya kesepakatan antara penggugat dan tergugat terkait jual beli Excavator Volvo EC 210D.

Karena perjanjian jual beli telah memenuhi syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur di dalam Pasal 1320 sehingga penggugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo ini untuk menyatakan sah serta berharga perjanjian jual beli Nomor 157/PJB/ITU / JKT/VII/2017 tertanggal 27 Juli 2017.

Penggugat juga telah memenuhi kewajibannya dengan melakukan pembayaran lunas pembelian unit Crawler Excavator Volvo EC 210D seharga 1.265.000.000 satu milliar lebih sebagaimana bukti pembayaran tanggal 12 Oktober 2017 sebesar 265 juta rupiah, tnggal 17 November 2017.

Sesuai pasal 1513 KUHPerdata menyatakan bahwa kewajiban utama pembell adalah membayar harga pembelian pada waktu dan ditempat yang ditetapkan dalam persetujuan

Akan tetapi, walaupun penggugat telah memenuhi kewajibannya membayar
lunas pembelian Crawler Excavator Volvo EC 210D kepada tergugat Namun, sampai dengan saat ini tergugat PT.Indotruck Utama, belum menyerahkan unit Exavator yang diperjanjikan keduaa belah pihak.

Sebagai itikad baik dari penggugat untuk menyelesalkan permasalahan tersebut, penggugat telah melayangkan Somasi, teguran kepada tergugat supaya memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian jual beli untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan penggugat atas pembellan unit Excavator Volvo EC 210D atau menyerahkan unit Excavator Volvo EC 210D dalam keadaan baru kepada penggugat, akan tetapi tergugat tetap tidak juga mengindahkan somasi, teguran tersebut.

Jan Untung kuasa hukum Arwan Koty (Penggugat)

“Adanya gugatan Wanprestasi yang diajukan oleh penggugat di karenakan tidak adanya etikat baik dari PT Indotruck Utama. “ujar Jan Untung SH. kepada awak media.

Saat hendak dikonfirmasi usai persidangan, Kuasa Hukum PT Indotruck utama tidak mau memberikan komentarnya. Hingga berita ini di turunkan kuasa hukum PT Indotruck Utama belum dapat dimintai keterangan.

(MatNur)