Tim Sukses Laporkan Thopaz Nugraha Syamsul ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta

0
66

Jakarta, meraknusantara.com –Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Thopaz Nugraha Syamsul dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta dan KPUD DKI Jakarta, oleh Relawan Aksi Mendukung Prabowo-Sandi (RAMPAS), Rabu tanggal 22 Juli 2020, sesuai dengan tandaterima surat, yang diterima redaksi, “Surat telah dimasukkan tanggal 22 Juni 2020. Yang mengantar ke sana klien saya yang dari Rampas,” ujar Samsuddin, Kamis (19/8/2020).

Thopas Nugraha diduga telah melakukan wanprestasi terhadap Tim suksesnya setelah duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta sejak tahun 2019 silam.

“Kita akan membuat laporan ke-2 minggu depan. terkait belum ada tanggapan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta. Dalam suasana pandemi Covid-19 anggota dewan juga masih jaga jarak. Minggu depan pasti kita antarkan surat, jika mungkin berdialog secara langsung, “ujar Kuasa Hukum Rampas, Samsuddin.

Saat dikonfirmasi Via WhatsApp terkait hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H. Mohammad Taufik dari fraksi partai Gerindra mengatakan tidak kenal dengan RAMPAS. “Saya ngga kenal Rampas, ” ujarnya.

Kuasa hukum Rampas, Samsuddin Abdullah (kaca mata)

Sebelumnya diberitakan, Kuasa hukum Rampas, Samsuddin Abdullah menilai bahwa Thopaz Nugraha Syamsul telah melakukan pelanggaran Pemilu pada Pileg tahun 2019, lalu. Pasal yang dilanggar adalah 280 ayat (1) huruf j UU RI nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.”Ujar Samsudin.

Selain dilaporkan ke BK DPRD dan KPUD DKI, Thopaz juga melaporkan ke Bawaslu DKI, Ombudsman DKI dan DPD Gerindra DKI. Menurut Samsuddin, pada masa kampanye 2019 lalu Thopaz pernah menjanjikan dana 10 persen dari anggaran resesnya jika dia terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Dia juga menjanjikan dana 5 persen setiap bulan dari gaji yang dia kantongi selama menjabat anggota DPRD DKI Jakarta yang dijanjikan kepada Relawan Rampas.

“Sudah setahun berlalu dan sudah setahun menjabat, Namun janji tersebut tidak terealisasi, Jangankan dana, duhubungi lewat telpon saja tidak bisa,” pungkas Samsuddin.

Samsuddin berharap BK DPRD, KPUD, Bawaslu, Ombudsman, dan DPD Gerindra memproses Thopaz. Samsudin juga menegaskan pihaknya sudah mengantongi sejumlah Q terkait pelanggaran Pemilu yang dilakukan Thopaz.

“Ada tandatangan dia (Thopaz) waktu kontrak dengan Rampas. Ada foto-fotonya. Dia dari DAPIL V DKI waktu nyaleg. Dapil itu meliputi Kecamatan Kramat Jati, Duren Sawit dan Jati Negara. Harus ada tindakan tegas dengan memecat anggota Dewan yang bersangkutan dan segera melakukan PAW (Pergantian antar waktu) karena ini melanggar komitmen partai dalam kampanye pemilu jurdil (jujur dan adil),” tukasnya.

Lebih lanjut, Samsuddin menambahkan dirinya akan mendatangi kembali BK DPRD DKI Jakarta. “Kami akan memui langsung ketua BK pak Achmad Nawawi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Rampas Jakarta Timur Bambang Haryanto menyesalkan tindakan Thopaz yang ingkar janji itu. Padahal kata dia, Thopaz sendiri yang menandatangani kontrak perjanjian antara Rampas dan Thopaz. Bambang mengatakan sebelum kontrak ditandatangani Thopaz sudah membaca isi perjanjian itu.

Hingga berita ini di turunkan, Thopas Nugraha Syamsul belum dapat dikonfirmasi. konfirmasi Pesan yang dikirim melalui WhatsAppnya belum dibalas.

(Ndh)