Solusi Masa Pandemi Covid-19, Polresta Tangerang Kelola Lahan Tidur Untuk Pertanian Dan Perikanan

0
85
Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam (kanan) melakukan panen sayuran di lahan yang dikelola oleh Romo Warno dari Gereja Katholik Kuta Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/8/2020).Foto: Polri

 

Meraknusantara.com
Kab. Tangerang,  Dewasa ini seluruh anak bangsa mengetahui serta mengalami hal yang serupa dalam masa pandemi COVID-19 terutama dalam hal perekonomian yang saat ini sedang berlangsung pengurangan karyawan pada beberapa sektor perusahaan yang ada di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada definisi FAO mengenai ketahanan pangan, maka untuk mencapai kondisi ketahanan pangan harus memenuhi 4 komponen yang harus dipenuhi , yaitu: pertama, kecukupan ketersediaan bahan pangan, kedua, stabilitas ketersediaan bahan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun, ketiga, aksesibilitas/keterjangkauan terhadap bahan pangan, serta keempat, kualitas/keamanan bahan pangan yang digunakan. Hal tersebut sejalan dengan  Peraturan Pemerintah No 68 tahun 2002 tentang ketahanan pangan, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Ketahanan pangan pada dasarnya bicara soal ketersediaan pangan (food avaibilitas), stabilitas harga pangan (food price stability), dan keterjangkauan pangan (food accessibility).

Dilansir dari (indopos.co.id) Dalam rangka untuk membantu mengurangi angka pengangguran akibat Pandemi COVID-19, Polresta Tangerang, Banten menggarap lahan-lahan tidur yang ada di daerahnya untuk lahan pertanian mandiri. Hingga saat ini ada sekitar 30 hektare (ha) lahan tidur yang sudah ditanami jagung dan memelihara ikan lele.

“Saat ini, Polresta Tangerang bersama 10 polsek jajarannya sedang membuat perkebunan jagung di lahan tidur. Kalau di total luasnya mencapai ada sekitar 30 ha,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam saat melakukan panen sayuran di lahan yang dikelola Romo Warno dari Gereja Katholik Kuta Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/8/2020).

Dikatakan dia, penggarapan lahan tidur ini merupakan upaya polresta untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat melalui Program Padat Karya. “Saat ini untuk satu hektare lahan digarap 10 orang, berarti untuk 30 ha kami menyerap 300 orang untuk pertanian jagung tersebut. Semoga ini dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak Corona,” kata mantan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya ini.

Selain kebun jagung, lanjutnya, di setiap polsek yang ada di jajaran Polresta Tangerang ini juga disiapkan kolam-kolam lele yang nantinya bisa dimanfaatkan warga sekitar. Ade mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk dapat mengelola lahan-lahan tidur.

Terkait dengan lahan di Kuta Jaya yang dikelola Romo Warno, Kapolresta Tangerang ini menyatakan, pihaknya berharap banyak orang akan mengikuti jejak Romo Warno untuk memberdayakan lahan tidur bagi kemaslahatan banyak orang. “Apa yang dilakukan Romo Warno ini sesuai dengan pepatah kasih kailnya, jangan kasih ikannya. Beliau mengajak masyarakat untuk mengolah lahan kosong untuk bertanam caisim, terong, kangkung bahkan pisang dan ikan. Hari ini kita semua diajak panen,” kata Ade.

Sementara Romo Warno, sang penggagas pertanian di kawasan Kuta Jaya Pasar Kemis mengaku senang dengan kunjungan Kapolresta Tangerang ke lahan pertaniannya. “Saya merasa kedatangan kapolres ini memberikan semangat bagi dirinya dan kawan-kawan dalam memberdayakan pertanian. Kalo pemimpin mau turun langsung kan pasti memberi semangat pada kami,” katanya.

Rohaniawan Katholik di Pasar Kemis ini mengaku siap membantu siapa saja yang ingin belajar pertanian di tempatnya. “Silakan, bagi masyarakat Tangerang yang ingin belajar pertanian untuk berkunjung ke mari. Kami harap program padat karya seperti ini bisa mengurangi dampak covid ini,” katanya. (RED)