Penjelasan Dari Beberapa Kalimat Bijaksana Yang Diutarakan Oleh Presiden Pertama Ir. Soekarno

0
211

Meraknusantara.com

Tangerang, Sedikit ingatan yang menjadi cambuk bagi Anak Bangsa Indonesia khususnya pada diri sendiri (19/08/2020) perihal menjalani kehidupan dari berbagai kemelut permasalahan yang melanda jiwa dikala gundah gulana, yang dewasa ini amat sangat banyak kita temui sampai dengan adanya istilah “ BUCIN ” yang kepanjangan dari Budak Cinta. Hehehe…

Nah… penulis kali ini akan memberikan sebuah kutipan kata – kata didalam sejarah Indonesia yang menjadi trigger atau pemicu seluruh anak bangsa Indonesia khususnya dikalangan baik itu pemuda maupun pemudi untuk memerdekakan bangsa ini dari belenggu penjajahan dikala itu, yang dimana dipimpin oleh Pemimpin Besar Revolusi Indonesia yaitu Bung Besar Presiden Ir. Soekarno.

Penulis mencoba untuk mengartikan kalimat – kalimat ini berdasarkan pengertian penulis sendiri yang notabene berdampak positif bagi penulis sendiri disetiap keadaan yang penulis rasakan dalam setiap segi kehidupan. Oke langsung saja kita mulai… Cekidot.

1.“BEBEK BERJALAN BERBONDONG-BONDONG, AKAN TETAPI BURUNG ELANG TERBANG SENDIRIAN.”

Filosofis ini dapat kita artikan bahwasanya jika kamu sedang merasakan dalam kesendirian untuk melakukan kegiatan atau pemikiran (bersifat positif loh yaaa..!!!) namun banyak orang yang mencoba menentang bahkan menghalangi dalam mewujudkannya.

“Elang itu dalam memburu mangsanya terbang di cakrawala yang luas sendirian dan lebih mendapatkan pandangan yang lebih luas dari seluruh area sudut pandangnya, untuk menemukan mangsanya (Tujuan) dalam rangka kelangsungan kehidupannya dan juga keluarganya”.

Namun Elang harus berani mengambil keputusan dalam bertindak secara perorangan / sendirian tanpa harus memikirkan resiko baik itu pada dirinya maupun keluarga disekitarnya guna kelangsungan kehidupannya dimasa depan nanti dan itu bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk penerusnya dimasa depan.

“Sedangkan Bebek berjalan berbondong untuk menemukan arah tujuan yang akan dicapai namun jika bebek yang paling depan dimangsa oleh predator musuh alaminya maka buyarlah barisan tersebut tanpa tentu arah, bisa dikatakan dengan terjadinya itu akan ada istilah SDM (Selamatkan Diri Masing – masing) sehingga tidak memiliki rasa kebersaman didalamnya”.

  1. “Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

Kita sebagai manusia terkadang enggan mengambil resiko baik itu sedikit maupun resiko yang besar dikarenakan kekhawatiran akan dampak efek dari jalan / keputusan yang kita ambil.

Namun terkadang kita lupa bahwasanya dibalik resiko yang kita ambil terdapat banyak keuntungan didalamnya, berdasarkan pertimbangan – pertimbangan yang telah kita rangkum untuk mencapai suatu tujuan yang kita inginkan.

 

3.“Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.”

Sekiranya jika kita menginginkan suatu pencapaian dalam segala aspek kehidupan kiranya kita pasti sering sekali mendapatkan kegundahan dalam hati akan kita mampu untuk mencapai itu. Dalam kalimat ini penulis mencoba menjelaskan bahwa kekuatan keinginan jika tertancapkan sampai menjadi padat didalam hati akan menimbulkan suatu kekuatan keyakinan sehingga menimbulkan semangat yang luarbiasa dalam setiap menghadapi pencapaian yang akan kita capai (hiperbola sedikit yaa..!!).

Sedikit kutipan ayat yang penulis yakini berkaitan dengan kalimat diatas menurut dengan ajaran yang penulis yakini dalam Qur’an Surat Al Insyira Ayat 5 – 6 yang berbunyi :

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

fa inna ma’al-‘usri yusrā inna ma’al-‘usri yusrā
yang artinya : Sesungguhnya bersamaan dengan kesusahan dan kesempitan itu terdapat kemudahan dan kelapangan. (Tafsir al-Mukhtashar).

Jadi…!!! Yakinlah bahwa Tuhan Yang Maha ESA akan selalu bersama dengan setiap orang yang yakin akan kebesaran-Nya. Nah… kutipan terakhir ini sebagai penutup dan semoga dapat membantu agar kita lebih semangat dalam menjalani langkah kita di masa depan nantinya. (RJT)

“Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilliant!”